Kantongi 199 Inovasi Daerah, Ade Yasin Optimistis di Ajang IGA 2021

Pemkab Bogor semakin termotivasi dalam mengikuti ajang Indonesia Government Award 2021. Sebab, Pemkab Bogor mengantongi 199 inovasi daerah.

Kantongi 199 Inovasi Daerah, Ade Yasin Optimistis di Ajang IGA 2021
Bupati Bogor Ade Yasin

INILAHKORAN, Bogor - Pemkab Bogor semakin termotivasi dalam mengikuti ajang Indonesia Government Award (IGA) 2021. Itu mengemuka usai Kepala Badan Litbang Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) A Fathoni memberikan arahan atau penguatan.

"Hari ini, Pemkab Bogor mendapatkan arahan atau penguatan oleh Kepala Badan Litbang Kemendagri A Fathoni, hingga kami semakin optimis dalam mengikuti ajang IGA 2021," kata Bupati Bogor Ade Yasin kepada wartawan, Rabu 29 September 2021.

Ade Yasin menerangkan, dari 340 inovasi daerah sejauh ini setidaknya 199 inovasi daerah siap dinilai Badan Litbang Kemendagri.

Baca Juga: Perluas Pemasaran, Pemkot Bogor Dorong UMKM Tingkatkan Kapasitas Platform Digital

"Sebenarnya kita ada sekitar 340 inovasi. Namun hanya 199 inovasi daerah yang diap dinilai dan divalidasi oleh Badan Litbang Kemendagri. Saat ini, dengan keseriusan dan komitmen kita, peringkat Kabupaten Bogor ada di nomor 1 dan mudah-mudahan kita bisa lolos," jelas Ade Yasin.

Untuk membudayakan inovasi baik itu aparatur sipil negara (ASN) maupun masyarakat luas, setiap tahun, Pemkab Bogor rutin mengadakan lomba inovasi daerah mulai dari tingkat SMP, SMA, D3, S1 maupu masyarakat umum.

"Bagi pemenang lomba inovasi daerah, selain diberikan hadiah, mereka juga mendapatkan dukungan untuk mewujudkan perencanaan inovasi atau dalam bentuk lainnya. Selain masyarakat, satuan kerja perangkat daerah (SKPD) juga saya tuntut untuk menciptakan inovasi-inovasi, untuk sselanjutnya bisa dinikmati masyarakat Bumi Tegar Beriman," tutur Ade Yasin.

Baca Juga: Pemkab Bogor Perpanjang Penggunaan Gedung BPSDM Kemendagri di Kemang sebagai Tempat Isolasi

Ia mencontohkan, di bidang kesehatan, Dinas Kesehatan telah mengeluarkan sistem informasi obat dan perbekalan kesehatan, penanganan stunting, Bogor pain center di RSUD Ciawi sebagai satu-satinya rumah sakit yang memberiman pelayanan komprehensig dalam penanganan nyeri.

"Di bidang pendidikan, kami telag membuat aplikasu ibogorkab sebagai digital library dan memasang 240 titik wifi dalam rangka mendukung pembelajaran jarak jauh (PJJ). Selain itu, kami juga sudah meluncurkan ATM Pancakarsa untuk intensif guru honorer, beasiswa pancakarsa untuk 1.200 orang mahasiswa yang berprestasi, 'mensekolahkan' kepala desa di IPB University, kartu Bogor Cedas untuk masyarakat miskin dan untuk para ASN, kami memberikan beasiswa untuk jenjang magister," papar Ade Yasin.

Baca Juga: Sebut Gage di Puncak Nggak Ngefek, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor Tawarkan Solusi Ini

Dalam rangka mengatasi angka pengangguran, maka Pemkab Bogor lanjut Ade akan mempermudah investasi, meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) hingga membranding bahwa Kabupaten Bogor sebagai The Sport City and Tourisme.

"Kami sudah meluncurkan aplikasi perijinan optmis, drive through perijinan, BPHTB online, Bogor Career Center hingga Graha Pancakarsa sebagai one stop pelayanan bagi masyarakat miskin. Untuk menuntaskan desa tertinggal dengan cara membangun insfrastruktur desa hingga juga bisa memajukan bidang pariwisata di desa-desa, maka kami mulai tahun ini sudah melaksanakan program satu milyar satu desa (Sami Sade). Mudah-mudahan, dengan inovasi ini kita mewujudkan sebagai kabupaten termaju dan bekeradaban," lanjut Ade. (reza zurifwan)


Editor : inilahkoran