Penambahan Kasus Covid-19 Kota Bogor Capai Titik Nol, Ini Kata Dewan

Angka penambahan kasus positif Covid-19 Kota Bogor mencapai titik terendah yaitu tidak ada penambahan kasus positif Covid-19

Penambahan Kasus Covid-19 Kota Bogor Capai Titik Nol, Ini Kata Dewan
etua Komisi IV DPRD Kota Bogor Said M. Mohan
INILAH, Bogor - Angka penambahan kasus positif Covid-19 Kota Bogor mencapai titik terendah yaitu tidak ada penambahan kasus positif Covid-19 pada Selasa (12/10/2021) siang.
 
Alhasil Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor mengingatkan agar masyarakat tetap menjaga Protokol Kesehatan (Prokes) dan pemerintah mempercepat vaksinasi di Kota Bogor.
 
"Alhamdulillah, untuk angka penambahan kasus positif Covid-19 mencapai titik terendah pada hari ini. Pertama kita akui masyarakat mulai tertib dengan taat pada ketentuan pemerintah," ungkap Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor Said M. Mohan di lobby DPRD Kota Bogor pada Selasa (12/10/2021) sore.
 
 
Mohan melanjutkan, hal kedua yang bisa menunjang angka penambahan kasus Covid-19 turun, yaitu gerakan vaksin massal mulai disadari manfaatnya oleh masyarakat. Sehingga pemerintah tidak perlu sosialisasi lagi soal vaksin.
 
"Ini yang mungkin membuat jumlah kasus harian menurun. Ya tetap, bagi masyarakat bahwa ini masih menuju tahap lebih baik, tetap Prokesnya dijaga juga tidak euforia sekali," terangnya.
 
Mohan menyebutkan, jangan sampai masyarakat yang sudah di vaksin menjadi sumber penyebaran kepada masyarakat yang belum divaksin, karena angka vaksin Kota Bogor belum mencapai 100 persen.
 
 
"Jadi sebelum 100 persen di vaksin, baiknya menahan diri dahulu. Untuk vaksin, saya juga ada sedikit masukan, Karena mendapatkan berbagai laporan dari para anggota komisi IV, bahwa masyarakat cukup sulit mendapatkan pelayanan terdekat untuk vaksin tahap dua. Semisal aari Ciluer vaksinnya sudah yang pertama di kelurahan, kemudian untuk yang kedua hanya ada di Jambu Dua, jadi kesulitan kekurangan sentra vaksin. Kami meminta Dinas Kerja (Dinkes) Kota Bogor agar disiapkan kembali sentra vaksin di wilayah," pungkasnya.
 
Terpisah, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menyebutkan kasus Covid-19 Kota Bogor sudah cukup terkendali. Namun untuk penetapan zonasi Kota Bogor, Dedie tidak ambil pusing dan memasrahkan semuanya kepada pemerintah pusat dan yang penting dilakukan adalah tetep menjalankan Protokol Kesehatan (Prokes) bagi masyarakat.
 
"Begini, penetapan zonasi itu sangat tergantung dari pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun pemerintah pusat, apakah Kota Bogor bisa turun peringkat level ataupun tidak," ungkap Dedie.
 
 
Dedie melanjutkan, banyak sekali indikator-indikator yang disiapkan pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi. Jadi pihaknya pasrahkan semua kepada pemerintah pusat, data-data tetap disuplay, segala macam kebutuhan data yang diperlukan untuk pengukuran. 
 
"Kami ikuti mau level 3 atau dua, kita laksanakan sesuai dengan protokol kesehatan yang ditetapkan. Untuk vaksin sudah 83 persen, insya Allah diakhir Oktober 100 persen," terang Dedie.*** (rizki mauludi)
 


Editor : inilahkoran