Tempati Huntap, Pengungsi Banjir Bandang Desa Urug Kenang Kisahnya Tinggal di Huntara dan Kontrakan
Korban banjir bandang Desa Urug, Idrus akhirnya menempati rumah hunian tetap (huntap) sejak tiga bulan yang lalu.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Sukajaya- Seorang pengungsi korban banjir bandang Desa Urug, Idrus kini lega. Dia dan keluarganya sudah menempati rumah hunian tetap (huntap).
Idrus, warga Kampung Urug Lebak, Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, itu jadi salah satu korban banjir bandang Desa Urug, beberapa waktu lalu.
Usai banjir bandang Desa Urug yang meluluh-lantakkan kediamannya, Idrus sempat tinggal di pengungsian selama dua bulan lalu mengontrak rumah dengan kocek pribadi.
Baca Juga: Relokasi Pengungsi di Kampung Urug Sukajaya Layak Percontohan Nasional
Tepatnya dalam tiga bulan terakhir, Idrus pun menempati rumah huntap yang rampung dibangun pemerintah setempat.
"Alhamdulillah, setelah 20 bulan tinggal di pengungsian dan rumah kontrakan, akhirnya saya sudah bisa menempati rumah Huntap di seberang Kantor Desa Urug," ucap Idrus kepada wartawan, Kamis 2 Desember 2021.
Idrus lantas mengungkapkan rumah yang dia miliki sudah hancur diterjang banjir bandang.
Menurutnya, rumah yang berada di Kampung Urug Lebak itu sudah tidak layak ditempati karena saat ini sudah menjadi Sungai Ciapus, hulu Sungai Cidurian.
"Rumah saya yang dulu hancur dan hanya menyisakan bagian dapur, itu pun kini masuk ke dalam area Sungai Ciapus. Saat ini lebar sungai itu semakin luas karena beberapa waktu lalu, jembatan yang menghubungkan Desa Urug, Sukajaya dengan Kampung Nanggela, Kecamatan Nanggung kembali ambruk untuk kedua kalinya," terangnya.
Idrus berharap, kawasan rumah huntap di Dwsa Urug segera dilengkapi fasilitas sosial, umum, air, jaringan listrik dan lainnya.
Hak itu agar istri dan anaknya betah tinggal di rumah yang ia tempati saat ini.
"Semoga Huntap di Desa Urug segera dilengkapi fasilitas sosial, umum maupun lainnya. Pembangunan fasilitas tersebut dan penyempurnaan bangunan rumah Huntao sebelumnya pada Bulan Oktober lalu sempat terhenti karena kami dilarang melaksanakan pembangunan pada Bulan Maulud," harap Idrus***. (Reza Zurifwan)
Editor : inilahkoran


