Ade Yasin Meminta Bumdes Kelola Potensi Wisata di Daerahnya
Bupati Bogor Ade Yasin mendorong badan usaha milik desa (Bumdes) mengelola situ, hutan dan sumber daya alam lainnya untuk dijadikan objek at
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Bupati Bogor Ade Yasin mendorong badan usaha milik desa (Bumdes) mengelola situ, hutan dan sumber daya alam lainnya untuk dijadikan objek atau destinasi wisata.
Ade Yasin menilai sektor pariwisata beserta ekonomi kreatifnya bisa ikut beeperan dalam upaya pemulihan ekonomi, mengurangi angka pengangguran dan lain sebagainya.
"Banyak peluang di sektor pariwisata dan juga ekonomi kreatif, hingga Pemkab Bogor mendorong kemajuan Bumdes untuk ikut mengelola situ, hutan dan mengembangkan usaha ekonomi kreatif. Kami ingin Bumdes ikut berupaya dalam memulihkan ekonomi dan mengurangi angka pengangguran," kata Ade Yasin kepada wartawan di Cibinong Situ Plaza, Selasa, 14 Desember 2021.
Baca Juga: Sidak DPRD Kota Bogor ke Tirta Pakuan , Pelanggan Mengeluh Tagihan Membengkak
Wanita berusia 53 tahun ini menambahkan situ, hutan, curug dan lainnya di seluruh wilayah Bumi Tegar Beriman sangat layak menjadi sektor unggulan di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif.
"Walaupun sasarannya Bumdwa ialah wisatawan lokal atau nusantara, namun sektor pariwisata yang akan mereka kelola cukup layak menjadi sektor unggulan dan mampu meningkatkan pendapatan ekonomu masyarakat desa," tambahnya.
Mengenai situ atau danau yang wewenang pengelolaannya ada di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) KemenPU-PR, ia yakin kepengurusan izin kerjasamanya masih bisa ditempuh oleh para Bumdes.
Baca Juga: Usai Dilantik, Kadin Bogor Janji Bantu Pemkot Membangun Pemerintah Bersih
"Kami akan dukung jikalau Bumdes mengelola situ dan danau, asal jangan merambah hutan karena itu tindak pidana. Ketimbang situ dan danau menjadi tempat sampah atau tak terurus, Pemkab Bogor mendukung jikalau Bumdes ikut memelihara kebersihan dan pelestarian ekosistem di situ dan danau tersebut," tutur Ade.
Ia menjelaskan, Pemkab Bogor siap memberikan dukungan anggaran untuk pembangunan insfrastruktur menuju objek wisata yang ada di setiap desa melalui program satu milyar satu desa (Sami Sade).
"Melalui program Sami Sade, Pemkab Bogor sudah melakukan dukungan dengan menyiapkan anggaran pembangunan insfrastruktur jalan dan jembatan menuju ke objek wisata yang dikelola oleh Bumdes," jelasnya.
Baca Juga: Komisi II DPRD Kota Bogor Sidak Pelayanan KIR di Dinas Perhubungan
Diwawancarai ditempat yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor Deni Humaedi melanjutkan jajarannya mempunyai program kerja Nganjang ka Dewi (mengembangkan jangkauan desa wisata).
"Hari ini kami membuat gelaran festival desa wisata yang bagian dari program Nganjang ka Dewi, tujuannya demi memaksimalkan potensi objek wisata yang ada di setiap desa," lanjut Deni.
Mantan Camat Cisarua ini berharap, setiap pemerintah desa menerbitkan peraturan desa (Perdes) yang mengatur kerjasama pengelolaa pemanfaatan calon objek wisata di wilayahnya masing-masing.
Baca Juga: Bima Arya: Pasar Tradisional di Kota Bogor Bakal Terapkan Larangan Penggunaan Kantong Plastik
"Kerjasama pengelolaan pengelola pemanfaatan calon objek wisata harus diatur dalam Perdes agar kedepan tidak terjadi konflik, jikalau Kepala Desa(Kades) atau Direktur Bumdesnya berganti kepemimpinan. Untuk mengembangkam desa wisata, kami minra berkolaboratif dengan banyak pihak seperti pemilik lahan seperti BBWS, Perhutani, PT. Perkebunan Nusantara VIII dan lainnya," harapnya. *** (Reza Zurifwan)
Editor : inilahkoran


