INILAHKORAN, Bogor - Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor berencana merevitalisasi 10 pasar yang potensial di Kota Bogor.
Revitalisasi ini dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan kepada pedagang dan tentunya masyarakat Kota Bogor. Revitalisasi ini dimulai dari pasar Tanah Baru dan Pasar Pemoyanan diakhir 2021.
Direktur Utama Perumda PPJ Kota Bogor, Muzakkir mengatakan, PPJ tahun 2021 rasanya 99,9 persen pemberitaan positif, ini merupakan komunikasi yang baik. Untuk itu ada beberapa hal yang telah dan akan dilakukan.
Pertama beberapa pasar bermasalah dengan hukum, tapi tahun 2021 permasalahan hukum bisa diselesaikan. Bahkan akhir tahun pengelolaan Pasar Teknik Umum (Tekum) diserahkan sepenuhnya ke Perumda PPJ.
"Penghasil saat ini Pasar Tekum Rp300 juta perbulan, bahkan potensinya bisa menjadi Rp500 juta perbulan. Selama beberapa tahun lalu bisa dibayangkan, kehilangan PAD. Lalu kasus Plaza Bogor sudah inkrah dan bisa diserahkan ke PPJ," ungkap Muzakkir kepada wartawan pada Kamis 16 Desember 2021 siang.
Muzakkir melanjutkan, kedua saat ini penyertaan modal terkendala dari BKAD Kota Bogor, karena satu pasar alas hak Pemkot Bogor tapi didalamnya ada sertifikat perseorangan. Jangan sampai saat dibangun pasar jadi sengketa. Tetapi untuk awalan, Pasar Tanah Baru sudah berjalan, sisanya akan dilelang beserta Pasar Pamoyanan.
"Pasar dibawah Perumda PPJ tahun 2022, dari 14 pasar yang dikelola ada beberapa yang harus direvitalisasi, karena peninggalan zaman dahulu. Karena itu program kami lakukan revitalisasi, ada 10 yang direvitalisasi," tuturnya.
Muzakkir membeberkan, diharapkan Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) bisa Februari atau April tahun 2020 bisa keluar Perda dan bisa digenjot merealisasikan program revitalisasi.
"Untuk dipasar yang dituntut pelayanan kepada masyarakat, tidak boleh rugi tapi harus untung. Berbicara pandemi Covid-19 pasar sangat terdampak, karena pendapatan dari pelayanan, seperti servis charge, jasa keamanan, kebersihan, tarif diatur tidak bisa menaikan tarif karena melalui kajian," tuturnya.
Muzakkir menjelaskan, agar ekonomi agar tetap tumbuh saat pandemi Covid-19 diberikan diskon dari 30 persen sampai 79 persen. Tarif kalau tidak didiskon saat pandemi Covid-19, pedagang banyak gulung tikar.
"Kami meminta persetujuan, Dewan Pengawas (Dewas), owner kami (wali kota dan wakil wali kota) dan DPRD untuk PMP. Karena Covid-19 pendapatan otomatis drop, tapi optimis Oktober hingga saat ini ekonomi membaik dan diskon maksimal hanya 20 persen. Tetap pelayanan harus semakin baik karena setiap tahun harus ada PAD yang disetorkan ke pemerintah," jelasnya.
"Kami berjuang agar pasar tetap tumbuh dan masyarakat berbelanja semakin enak. Pengelolaan semoga semakin baik, jadi sekali lagi terimakasih kepada media atas nama PPJ atas kerjasama ditahun 2021. Insyaallah akan terus bekerjasama dan kami membutuhkan saran juga masukan," tambahannya.
Muzakkir menegaskan, untuk revitalisasi atau pembangunan pasar, ada yang menggunakan PMP dan kerjasama. Pamoyanan dan Padasuka menggunakan PMP dan termasuk beberapa perubahan.
"Kami menggunakan kerjasama dengan kerjasama (BOT) pasar merdeka pasar Sukasari dan Pasar Jambu dua. Alih fungsi jadi gedung parkir pasar Bogor dan Plaza Bogor. Nantinya akan buat ruang pertemuan dan pusat kuliner. Kami berharap PMP kami segera jadi," pungkasnya. (rizki mauludi)