BPJS Ketenagakerjaan: Di Jabar, Dari 22,5 Juta Pekerja Hanya Ada 7,9 Juta Peserta
BPJS Ketenagakerjaan memperkuat sinergi dengan insan media dan influencer di wilayah Jabar. Pasalnya, hingga kini jumlah kepesertaan yang masih minim.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - BPJS Ketenagakerjaan memperkuat sinergi dengan insan media dan influencer di wilayah Jabar. Pasalnya, hingga kini jumlah kepesertaan yang dilindungi masih jauh dari potensi yang ada.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat mengatakan, nerdasarkan data per September 2026 dari potensi 129,9 juta tenaga kerja di Indonesia itu baru sekitar 50,91 juta pekerja yang menjadi peserta aktif.
"Khusus di Jabar, dari potensi 22,5 juta pekerja itu baru 7,9 juta tenaga kerja yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya penguatan literasi secara masif mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan," kata Saiful saat media gathering di Bandung, Kamis (29/10/2026).
Untuk itu, pihaknya menggandeng insan media dan influencer di Jabar sebagai upaya meningkatkan pemahaman publik mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan sekaligus mendorong perluasan cakupan perlindungan.
Menurutnya, kolaborasi dengan media diharapkan dapat memperluas jangkauan informasi mengenai manfaat program, perlindungan serta komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan pelayanan yang melampaui perlindungan dasar.
Saiful menjelaskan, kolaborasi dengan pemerintah, stakeholder, media massa, dan influencer sangat dibutuhkan guna memperluas penyebaran informasi dan meningkatkan kesadaran pekerja, baik sektor Penerima Upah (PU) maupun Bukan Penerima Upah (BPU) akan pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Kami selalu intens bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam hal ini dengan Gubernur KDM. Beliau memiliki program Asuransi Aing dengan memberikan perlindungan bagi 5,4 juta pekerja informal yang tahun depan akan didaftarkan dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Kolaborasi ini menjadi salah satu upaya strategis untuk memperluas cakupan perlindungan melalui dukungan dan komitmen pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota,” jelas Saiful.
Melalui value beyond protection, kata dia, BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya hadir memberikan perlindungan saat resiko terjadi, namun juga menghadirkan nilai tambah saat tidak terjadi risiko dan setelah terjadi risiko.
Salah satu wujud nyata value beyond protection melalui aspek care adalah program pemberdayaan ekonomi dan kemandirian penerima manfaat (Peka). Melalui program ini, BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya memberikan manfaat perlindungan kepada peserta, tetapi juga membersamai ahli waris agar mampu melanjutkan kehidupan secara mandiri setelah menerima santunan.
Program Peka memberikan pembekalan kepada peserta maupun ahli waris terkait literasi keuangan serta pelatihan keterampilan, seperti kewirausahaan, kuliner, menjahit, barista, dan pemasaran digital.
Pengetahuan dan keterampilan tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja maupun usaha bagi penerima manfaat. Dengan demikian, santunan yang diterima dapat dikelola secara bijak dan sesuai kebutuhan serta perencanaan masing-masing, serta dapat dimanfaatkan sebagai modal usaha untuk membangun sumber penghasilan yang berkelanjutan.
Pendekatan ini menegaskan bahwa perlindungan BPJS Ketenagakerjaan tidak berhenti pada pembayaran manfaat ketika risiko terjadi, tetapi juga berupaya mendukung keberlangsungan hidup peserta dan keluarganya.
Melalui Program Peka, ahli waris diharapkan memiliki bekal pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri untuk bangkit serta membangun kemandirian ekonomi.
Sementara itu, Kepala Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Jabar Deny Yusyulian menegaskan pihaknya akan terus memperkuat kolaborasi dengan media dan influencer sebagai bagian dari strategi komunikasi yang adaptif dan berkelanjutan.
Melalui inisiatif 904 Jamsfluencer, pihaknya berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus berkembang dan menghadirkan kontribusi nyata bagi peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya jaminan sosial.
“Kami berharap pertemuan ini menjadi kolaborasi yang semakin kuat dan berkelanjutan, Kami ingin membangun berjalan bersama sinergi BPJS Ketenagakerjaan dan rekan media dan influencer yang konsisten, kreatif, dan mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Karena semakin luas informasi tersampaikan, semakin besar pula peluang pekerja untuk mendapatkan perlindungan,” tuturnya.
Editor : Doni Ramdhani

