BRIN Perkuat Langkah Kemensos: Riset Menyala Asa Terpelihara
KEMISKINAN tak cukup dilawan dengan bantuan. Riset dan inovasi menjadi jalan baru pemberdayaan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Memutus rantai kemiskinan tidak cukup dengan menyalurkan bantuan. Di balik setiap program sosial, dibutuhkan pengetahuan, teknologi, dan riset agar setiap kebijakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Kesadaran itulah yang mempertemukan Kementerian Sosial (Kemensos) dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Keduanya sepakat membangun kolaborasi untuk memperkuat Sekolah Rakyat sekaligus mengembangkan berbagai program pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi.
Bagi BRIN, riset bukan sekadar menghasilkan publikasi ilmiah. Pengetahuan harus hadir di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari solusi atas persoalan bangsa.
Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan BRIN, Prof. Nunung Nuryartono, menegaskan pihaknya siap mengerahkan jejaring riset yang dimiliki, mulai dari penyusunan kajian kebijakan, pengembangan teknologi, hingga evaluasi berbagai program prioritas pemerintah.
“BRIN siap mendukung Kementerian Sosial. Silakan segera berkirim surat mengenai kebutuhan kajian maupun teknologi yang diperlukan agar dapat segera kami tindak lanjuti bersama,” ujarnya di Jakarta, seperti dikutip dari ANTARA, Rabu (29/7).
Salah satu perhatian utama adalah Sekolah Rakyat, program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang dirancang sebagai jalan memutus kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan.
BRIN menawarkan pendekatan berbasis bukti (evidence-based policy) agar pelaksanaan Sekolah Rakyat tidak hanya berjalan, tetapi juga terus dievaluasi dan disempurnakan.
Kajian tersebut akan melihat perkembangan peserta didik sekaligus menilai keseluruhan ekosistem sekolah, mulai dari infrastruktur, kurikulum, tata kelola, hingga berbagai aspek pendukung lainnya.
Tak berhenti pada riset, BRIN juga membawa berbagai inovasi yang dapat diterapkan langsung di lingkungan Sekolah Rakyat. Mulai dari teknologi pencarian sumber air, pemanenan air hujan, desalinasi, daur ulang air, hingga sistem pengelolaan sampah berbasis teknologi.
Salah satu inovasi yang ditawarkan adalah LASAMOR, teknologi pengolahan sampah skala rumah tangga yang dapat dimanfaatkan keluarga penerima manfaat bantuan sosial sebagai sumber nilai ekonomi baru.
“Pengolahan sampah tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga dapat menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat. Teknologinya sudah tersedia dan siap disinergikan bersama Kementerian Sosial,” kata Nunung.
Ajakan tersebut disambut positif oleh Wakil Menteri Sosial Agus Jabo. Menurutnya, gagasan BRIN sejalan dengan arah baru Kemensos yang kini tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan sosial, tetapi juga membangun kemandirian masyarakat.
Selama ini, Kemensos telah menjalankan berbagai program pemberdayaan melalui Kampung Berdaya Kemensos, termasuk Kampung Bersih dan Berdaya yang telah dipilotkan di Serang, Bogor, dan Bali. (gin)
Editor : Inilahkoran

