BRT Takkan Bikin Angkot di Bandung Tersingkir, Peralihan ke Mobil Listrik Jadi Opsi
Seiring hadirnya BRT di Bandung, nantinya angkot bakal berubah menjadi angkot listrik yang menggambarkan moda transportasi modern.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID- Nasib angkutan kota (angkot) di Bandung jadi pertanyaan menyusul rencana penerapan Bus Rapid Transit (BRT) yang segera diterapkan Pemerintah Kota (Pemkot) setempat.
Pemkot Bandung telah menegaskan takkan 'menyuntik mati' peran angkot malah bakal memperkuat perannya sebagai feeder yang mendukung layanan BRT.
BRT, ditegaskan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan sudah mengambil keputusan bahwa jalur angkot takkan berubah seiring kehadiran BRT.
" Angkot akan menjadi feeder. Sebenarnya jalurnya sudah ada, yaitu jalur TMP dan itu persis sama. Jadi bukan mau mengubah jalur, jalurnya tetap sama. Dan angkot tetap jadi feeder,” ungkap Farhan kepada wartawan, Rabu 28 Januari 2026.
Hanya saja, Pemkot Bandung bakal melakukan peremajaan terhadap armada angkot. Bahkan, rencana tersebut segera dibahas bersama koperasi angkutan kota.
“Soal angkot tua, saya akan bicara dengan tiga koperasi karena ada tiga koperasi yaitu Kopamas, Kobutri dan Kobanter. Mereka punya program peremajaannya masing-masing seperti apa,” ucapnya.
Farhan mengatakan, angkot-angkot tua itu nantinya bakal disingkirkan untuk sekaligus memanfaatkan kendaraan listri.
Pemanfaatan angkot listrik, disebut Farhan bakal menjadi alternatif masa depan transportasi kota di Bandung.
“Kalau mau peremajaan, sebaiknya mulai berpikir untuk memanfaatkan angkot listrik yang pernah dilaunching beberapa bulan yang lalu,” ujar dia.
Farhan menilai penggunaan angkot listrik bukan hanya soal teknologi ramah lingkungan. Tetapi juga strategi untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap angkutan umum.
“Pemanfaatan angkot listrik ini akan memberikan peluang untuk kita bisa menarik minat masyarakat agar mau naik angkot lagi,” ujar dia.
Saat ditanya apakah artinya ke depan angkot di Kota Bandung akan diarahkan sepenuhnya ke angkot listrik, ia menjawab tegas “Ya, betul.”
Dengan integrasi BRT dan angkot sebagai feeder serta rencana peremajaan berbasis kendaraan listrik, Farhan berharap sistem transportasi publik menjadi lebih tertata, ramah lingkungan dan kembali diminati warga.
Editor : Bsafaat

