Buat Program Pengentasan Kemiskinan, Indonesia Ingin Belajar dari China

Indonesia akan belajar dari China untuk menjalankan program pengentasan kemiskinan.

Buat Program Pengentasan Kemiskinan, Indonesia Ingin Belajar dari China
Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria.

INILAHKORAN, Bandung - Saat ini Pemerintah Indonesia berencana untuk mengurangi angka kemiskinan dengan belajar dari China

Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria mengatakan pemerintah Indonesia ingin belajar dari China dalam pelaksanaan program-program pengentasan kemiskinan.

"Yang penting untuk dipelajari bukan hanya program, tapi prosedural, sistematika, teknik mengatasi masalah, problem solving dan juga antisipasi semua, manajemen lainnya," jelas Riza Patria

"Apa yang sudah lakukan di China punya kontribusi besar ya bagi negara-negara lain untuk belajar dan Indonesia juga akan mengejar ketertinggalannya agar ke depan Indonesia juga akan menjadi negara besar," lanjut Riza Patria.

Dikutip dari laman Antara, Riza menyampaikan hal tersebut dalam sela-sela rapat pertama Komite Aliansi Kemitraan Global untuk pengentasan kemiskinan dan Pembangunan (Global Partnership for Poverty Alleviation and Development/GPPAD) yang digagas pemerintah China.

Indonesia kini menjadi wakil ketua bersama dengan Pantai Gading, Brazil, Pakistan, Afrika Selatan dan Uzbekistan.

Sedangkan ketua forum adalah China yang diwakili Menteri Pertanian dan Urusan Pedesaan China Zhang Lu.

"Indonesia negara yang besar, angka kemiskinannya juga sudah menurun sedikit, tapi (angka kemiskinan) masih tinggi karena masih di atas 10 persen," tutur Riza.

Dia menambahkan, "Kita harus belajar cepat mengatasi berbagai masalah kemiskinan karena ini masalah yang kompleks."

Pemerintah Indonesia dan China juga sudah bekerja sama dalam program-program pedesaan, termasuk dengan mengirim sejumlah kepala desa dari Indonesia untuk belajar ke China.

"Setiap tahun kami mengirim kepala desa ke China. Tahun lalu ada 25 orang, tahun ini 27 orang dan akan terus berkembang," ungkapnya.

"Mereka (China) juga datang ke Indonesia, saling sharing, diskusi, evaluasi, dan China berhasil dalam banyak hal, Indonesia akan mengejar ketertinggalannya dan akan ikut maju seperti China," lanjutnya.***


Editor : Irma Nurfajri