Bukan Pendukung, PKB KBB Tetap Bakal Usung Satu Nama Calon Bupati Bandung Barat untuk Maju di Pilkada 2024
Ketua DPC PKB KBB, Asep Dedi mengaku sejauh ini pihaknya memastikan bakal tetap mengusung calon di Pilkada Bandung Barat dan tidak memposisikan sebagai pendukung.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Di tengah ramainya partai politik yang mengusung sejumlah pasangan calon (paslon) bupati dan Wakil bupati Bandung Barat, ada sejumlah partai yang belum mengumumkan dukungannya.
Salah satunya, PKB Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang hingga kini belum memberikan kepada siapa dukungannya bakal diberikan.
Ketua DPC PKB KBB, Asep Dedi mengaku sejauh ini pihaknya memastikan bakal tetap mengusung calon di Pilkada Bandung Barat dan tidak memposisikan sebagai pendukung.
"Kita sampai hari ini menjelang akhir sikap PKB masih tetap akan mengusung bukan mendukung," kata Asep, Kamis 15 Agustus 2024.
Kendati sudah ada nama yang dikantongi untuk maju di Pilkada Bandung Barat, namun dirinya memastikan nama tersebut bakal diumumkan di waktu yang tepat.
"Saya belum bisa membuka, mudah-mudahan maksimal sampai tanggal 25 Agustus, mudah-mudahan sebelum Muktamar PKB sudah keluar keputusan dari DPP PKB," ujarnya.
"Dan hari ini sudah mulai mengerucut dan mohon maaf saya belum bisa membuka tapi Insyaallah sebelum ini akan keluar putusan dengan siapa koalisinya dengan siapa pasangannya," imbuhnya.
Asep menilai, melihat kondisi Pilkada Bandung Barat begitu menarik. Bahkan diprediksi calon yang bertarung dalam kontestasi demokrasi tersebut lebih dari tiga paslon.
"Saya melihat sih kalau dari sisi konfigurasi di Bandung Barat hari ini luar biasa ya karena memang konfigurasinya sangat banyak terlihat hampir nyaris konfigurasi hari ini di bandung Barat ini akan terjadi minimal 4 atau 5 pasangan," sebutnya.
Asep menyebut, hal itu membuktikan bahwa Kabupaten Bandung Barat mempunyai daya tarik tersendiri dalam Pilkada ini. Oleh karena itu, momen Pilkada Bandung Barat tahun ini bakal menarik.
"Nah itu bagi saya ambil positifnya saja, satu bahwa ternyata banyak sekali orang yang mempunyai kepedulian terhadap Bandung Barat terlepas dari berbagai hal dinamika baik itu kemunculan tokoh tokoh dari luar dengan basic itu artis dan sebagainya," sebutnya.
"Terlepas dari semua itu, saya hari ini ambil hikmahnya berarti Bandung Barat ini disorot oleh semua orang dan banyak orang yang punya kepedulian terhadap Bandung Barat," sambungnya.
Disinggkung terkait kondisi Koalisi Bandung Barat Maju yang beranggotakan lima partai besar di Bandung Barat yakni PKB, PAN, Golkar, Gerindra dan NasDem, Asep memastikan belum ada pecah kongsi meski dirinya tak memungkiri hal tersebut bisa saja terjadi sewaktu-waktu.
"Sebetulnya kalau melihat deklarasi contoh kemarin itu yang deklarasi kan 5 partai ya Koalisi ciburuy sampai hari ini belum ada kata bahwa kita pecah Koalisi dan buktinya dari Koalisi ini belum ada dari satu partai pun mendeklarasikan diri," katanya.
"Nah artinya sampai hari ini saya sebagai pimpinan partai yang salah satu dari koalisi 5 partai itu masih terjalin masih dan terjaga," imbuhnya.
Meskipun, kata Asep, ada kemungkinan dari lima partai ini pecah maupun membangun koalisi dengan yang lain hal tersebut lantaran politik memang dinamis.
"Artinya kemungkinan itu pasti ada tapi secara komunikasi, gini spiritnya Koalisi kemarin tidak hanya persoalan pilkada tapi menyatukan pemahaman bersama menyatukan pemikiran bersama dalam rangka bagaimana kita bisa bersama-sama membangun kolaborasi kerja sama dalam penguatan kelembagaan legislatif dan juga penguatan kelembagaan eksekutif kedepan," paparnya.
Secara komunikasi, tegas Asep, pihaknya sudah berkomitmen dengan spirit utamanya adalah membangun sinergi ke depan secara jangka panjang dan tidak hanya sekedar pilkada yang hanya dilaksanakan satu hari.
"Jangan sampai setelah pilkada malah gara-gara dampak antara partai seperti itu sama-sama dalam membangun kedepan itu tidak bisa hanya satu partai dua partai yang menang pilkada tapi tetap harus semua partai bahwa kolaborasi," ujarnya.***
Editor : Ahmad Sayuti


