Pajak Kendaraan Tembus Rp23,7 M Sehari, Dedi Mulyadi Kebut Perbaikan Jalan di Jabar
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi memastikan hasil pendapatan pajak kendaraan diprioritaskan untuk perbaikan jalan dan jembatan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Lonjakan penerimaan dari pajak kendaraan Bermotor (PKB), dioptimalkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk percepatan pembangunan infrastruktur.
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengatakan, pengerjaan jalan telah dimulai di sejumlah titik. Ia menyadari aktivitas konstruksi akan berdampak pada kelancaran lalu lintas dan memicu ketidaknyamanan sementara bagi pengguna jalan.
"Kami memohon maaf apabila selama proses pembetonan atau perbaikan jalan masyarakat mengalami kemacetan. Semua itu dilakukan agar ke depan para pengendara bisa menikmati jalan yang lebih aman dan nyaman," ujar Dedi, Selasa (14/7/2026).
Ia menuturkan, peningkatan penerimaan PKB menjadi indikator tingginya kesadaran masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah. Kontribusi para wajib pajak dinilai menjadi energi utama bagi pemerintah, untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dasar.
"Raihan pajak kendaraan bermotor di Jawa Barat terus mengalami peningkatan. Ini menjadi cerminan bahwa masyarakat Jawa Barat sangat mencintai pembangunan," ucapnya.
Prioritaskan Pembangunan Jalan dan Jembatan
Ia menegaskan, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk mengelola setiap rupiah pajak secara transparan dan produktif. Sebab itu, pembangunan jalan dan jembatan menjadi salah satu prioritas yang terus didorong agar manfaatnya dapat dirasakan merata hingga ke daerah.
"Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan konsisten menjaga amanah itu. Uang yang diberikan masyarakat akan kembali dalam bentuk layanan pembangunan di seluruh wilayah Jawa Barat, terutama untuk infrastruktur jalan dan jembatan," katanya.
Percepatan pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperlancar konektivitas antardaerah, memangkas hambatan mobilitas, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada akses transportasi yang memadai.
Sisi lain, data keuangan daerah menunjukkan tren positif. Hingga Senin (13/7/2026), kas daerah Pemprov Jabar menerima pemasukan lebih dari Rp38 miliar dalam sehari. Dari jumlah tersebut, PKB menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp23,7 miliar, disusul Bea Balik Nama kendaraan Bermotor (BBNKB) sebesar Rp11,6 miliar.
Besarnya kontribusi sektor kendaraan bermotor, memperlihatkan bahwa pajak masih menjadi tulang punggung pembiayaan pembangunan daerah.
Tantangannya kata dia, memastikan setiap kenaikan penerimaan tersebut berbanding lurus dengan percepatan pembangunan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Jabar.
Editor : Ahmad Sayuti

