Bupati Anne: Menyelamatkan Lingkungan Harus Jadi Komitmen Bersama
Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika mengajak seluruh lapisan bersama-sama menyamakan persepsi dan menguatkan komitmen dalam menjaga lingkungan. Karena menurutnya, kalau hanya mengandalkan pemerintah tidak akan selesai dalam waktu singkat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Purwakarta – Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika mengajak seluruh lapisan bersama-sama menyamakan persepsi dan menguatkan komitmen dalam menjaga lingkungan. Karena menurutnya, kalau hanya mengandalkan pemerintah tidak akan selesai dalam waktu singkat.
“Menyelamatkan lingkungan, harus menjadi bagian dari komitmen bersama. Artinya, tak hanya mengandalkan pemerintah saja, tapi seluruh element dan stakeholder harus juga terlibat tanpa terkecuali,” ujar Anne saat berbincang dengan INILAH, belum lama ini.
Jadi, lanjut Anne, seluruh elemen bahkan hingga tingkat pemerintahan desa harus terlibat untuk menjaga lingkungan. Apalagi, pemerintahan desa merupakan bagian yang sangat. Tak hanya itu, dunia pendidikan pun harus juga ikut andil dalam hal menjaga lingkungan ini.
Anne pun tak memungkiri, sejauh ini budaya bersih dan nyaman di masyarakat cenderung menurun. Bahkan, kepekaan masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan masih sangat kurang. Salah satu contohnya, bisa dilihat dari masih banyaknya masyarakat yang membuang sampah disembarang tempat, bahkan dengan waktu yang tidak tepat.
“Saya masih suka melihat tumpukan sampah di gang-gang yang ada di pinggir jalan. Padahal mobil pengangkut sampah sudah beroperasi untuk mengangkut sampah ini dari jam 5 sampai jam 7 pagi,” jelas dia.
Harusnya, kata dia, kalau masyarakat mau buang sampah jangan lewat waktu operasional armada sampah itu. Karena, dipastikan tidak terangkut untuk dibuang ke TPS. Anne pun heran, prilaku yang tidak bertanggung jawab seperti itu, makin hari makin bertambah.
“Seharusnya, sebelum jam 7 itu, jalur-jalur yang ada sudah bersih dari tumpukan sampah. Tapi kan, ada saja yang membuang sampah lebih dari jam tersebut. Kita bukan hanya berbicara soal estetikanya saja, tapi lebih ke kenyamanan. Tentunya, untuk meminimalisasi timbulnya masalah lain. Misalnya, masalah kesehatan,” kata dia.
Kenyamanan, kebersihan dan keindahan lingkungan harus dibuat oleh kita sendiri. Kalau lingkungannya bersih, dipastikan akan jauh dari sumber penyakit. Dengan begitu, dia berharap, masyarakat bisa lebih peka lagi. Jangan sampai, membiarkan lingkungannya terlihat kotor. (Asep Mulyana)
Editor : Bsafaat


