Busyet...Ribuan ASN Kabupaten Cirebon Masuk DTKS, Kok Bisa?
Salah sasaran penyaluran bantuan sosial bukanlah isapan jempol. Di Kabupaten Cirebon, ribuan ASN diduga menerimanya karena masuk DTKS.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cirebon – Salah sasaran penyaluran bantuan sosial bukanlah isapan jempol. Di Kabupaten Cirebon, ribuan aparatur sipil negara (ASN) diduga menerimanya karena masuk DTKS Cirebon.
Ribuan ASN masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial atau DTKS Kabupaten Cirebon. Hal itu ditemukan setelah Dinas Sosial melakukan verifikasi dan validasi (verval) mencari faktualisasi pada data DTKS.
Kepala Dinas Sosial Iis Krisnandar mengatakan, pihaknya saat ini masih terus melakukan verval pada DTKS di Kabupaten Cirebon. Di samping itu, Dinsos masih melakukan konfirmasi ke instansi yang terkait, soal adanya dugaan ASN yang menerima bantuan sosial.
“Jangan sampai ada kekeliruan walaupun sudah tercatat di DTKS. Ini karena kami masih melakukan pendataan, siapa saja ASN yang menerima bantuan sosial,” kata Iis, Selasa, 23 November 2021.
Baca Juga: Status Puskesmas di Kabupaten Cirebon Belum BLUD, Anggaran dari Pusat Rp30 Miliar jadi Silpa
Iis mengaku tidak mengerti kenapa data itu bisa masuk dalam DTKS. Iis menduga, data tersebut masuk melalui program sapa warga sebagai program bantuan Gubernur Jabar. Untuk itu, pihaknya perlu perlu melakukan verval agar jumlah yang masuk dalam DTKS bisa dipastikan.
“Belum tentu yang masuk DTKS menerima bansos. Bahkan ada yang berhak tidak dapat bansos dan tidak berhak mendapatkan bansos,” ungkapnya.
Menurutnya, kalau saja ada ASN yang menerima bansos, maka ASN tersebut wajib mengembalikan. Hanya saja, bagaimana mekanisme pengembaliannya dilakukan.
Baca Juga: Polres Beberkan Kronologis Bandar Narkoba Menabrak Polisi di Tol Palimanan
Namun, kemungkinan ada ASN yang menerima, bisa saja terjadi. Tapi, harus ada kepastian terlebih dahulu, siapa yang menerimanya
“Kalau data sudah fix, maka ke depan diusulkan data tersebut minta di hapus oleh pusdatin,” jelasnya.
Iis mengaku, sejauh ini pihaknya masih memastikan dari hasil penelusuran DTKS tersebut terkait penerimaan bansos. Dinsos, akunya, sejauh ini masih terus mengecek, untuk mengetahui faktualitasi dari hasil DTKS yang berhasil dihimpun soal penerima nansos. Rencananya, faktualisasi data, minggu ini bisa selesai.
“Tunggu minggu ini ya. Mudah-mudahan bisa selesai semuanya. Kita akan terus mengecek siapa siapa saja ASN yang menerima Bansos,” ungkap Iis. (maman suharman)
Editor : inilahkoran


