Buya Yahya Imbau Umat Muslim Tak Gunakan Sajadah Terlalu Besar Saat Shalat Berjamaah, Ini Alasannya!

Buya Yahya menjelaskan terkait penggunaan sajadah saat umat muslim menjalankan sholat berjamaah.

Buya Yahya Imbau Umat Muslim Tak Gunakan Sajadah Terlalu Besar Saat Shalat Berjamaah, Ini Alasannya!

INILAHKORAN - Ketika shalat berjamaah, banyak umat muslim memilih membawa sajadah pribadi dari rumah demi kenyamanan dan kebersihan. Namun, Buya Yahya mengingatkan agar umat tidak sembarangan dalam memilih ukuran sajadah

Dalam sebuah kajian yang diunggah di kanal YouTube resminya dan dikutip pada Selasa, 10 Juni 2025, Buya menyarankan agar tidak menggunakan sajadah yang terlalu besar.

sajadah Besar Bisa Mengganggu Kekompakan Shaf
Pendiri Pondok Pesantren Al Bahjah tersebut menekankan bahwa membawa sajadah pribadi memang diperbolehkan, bahkan dianjurkan. 

Akan tetapi, ia mengingatkan bahwa penggunaan sajadah yang terlalu lebar bisa berdampak negatif terhadap kekompakan shaf (barisan shalat).

Menurut Buya Yahya, hal yang paling utama dalam shalat berjamaah adalah menjaga kerapatan dan keselarasan barisan. Ketika seseorang menggunakan sajadah besar dan tidak membaginya dengan orang lain, hal ini bisa menyebabkan renggangnya jarak antar jamaah.

"Memakai sajadah saat shalat itu tidak dilarang. Tapi kalau justru membuat barisan jadi tidak rapat, maka itu tidak dibolehkan. Sebaiknya berbagi dengan jamaah lain," ujar Buya Yahya.

Pentingnya Saling Mengerti dalam Shalat Berjamaah
Buya juga memahami bahwa beberapa jamaah memiliki kebutuhan khusus, seperti tidak kuat bersentuhan langsung dengan lantai yang dingin. 

Dalam kondisi seperti ini, penggunaan sajadah pribadi tetap diperbolehkan, namun tetap harus mempertimbangkan kenyamanan jamaah lain.

Beliau mengingatkan bahwa sajadah hanyalah alat bantu, sementara esensi dari shalat berjamaah adalah kebersamaan dan kekompakan dalam barisan.

"Bawa sajadah tidak masalah, tapi ingat bahwa sajadah hanyalah alas. Yang lebih penting adalah menjaga barisan shalat agar tetap lurus dan rapat," jelasnya.


Editor : Firda Rachmawati