Buya Yahya Ungkap Syarat Doa agar Terkabul, Jangan Sampai Salah Paham!

Begini kata Buya Yahya agar doa menjadi terkabul.

Buya Yahya Ungkap Syarat Doa agar Terkabul, Jangan Sampai Salah Paham!

INILAHKORAN - Bagi umat Islam, berdoa bukan sekadar permintaan kepada Allah SWT, melainkan juga bentuk ibadah harian yang sangat dianjurkan. Namun, tidak sedikit yang merasa doanya belum juga dikabulkan, hingga muncul rasa kecewa atau bahkan keraguan. Buya Yahya, pengasuh LPD Al Bahjah, memberikan penjelasan penting mengenai hal ini.

doa Belum Terkabul? Jangan Langsung Berprasangka Buruk
Dalam ceramahnya, Buya Yahya mengingatkan agar umat Islam tidak meremehkan pentingnya doa. Ia menekankan bahwa doa adalah ibadah, dan setiap ibadah pasti memiliki nilai di sisi Allah SWT, meskipun hasilnya belum tampak secara langsung.

“Jangan berkata, 'wah nggak penting doa.' doa itu ibadah. Maka seorang mukmin walaupun belum tampak dikabulkan oleh Allah, dia tetap husnudzon. Mungkin saja Allah sudah menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik,” ujar Buya Yahya.

Syarat-Syarat doa Bisa Dikabulkan oleh Allah SWT
Agar doa lebih berpeluang untuk dikabulkan, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh seorang muslim. Menurut Buya Yahya, doa yang dikabulkan bukan hanya tergantung pada waktu atau tempat, tapi juga pada kesiapan dan kesungguhan pribadi.

Beberapa syarat utama yang disebutkan oleh Buya Yahya meliputi:

Kesungguhan dalam berdoa
doa harus disampaikan dengan sepenuh hati, bukan hanya diucapkan secara formalitas.

Mengonsumsi makanan dan minuman yang halal
Hal ini menjadi syarat mutlak agar doa tidak terhalang oleh perkara yang haram.

“Kalau sudah memenuhi syarat tadi—serius mengadu kepada Allah dan memastikan makanan-minumannya halal—maka insyaAllah, doa akan dikabulkan,” tutur Buya.

Waktu-Waktu Mustajab untuk Berdoa
Selain syarat-syarat di atas, Buya Yahya juga mengingatkan tentang beberapa waktu yang sangat dianjurkan untuk berdoa, karena diyakini lebih mustajab, antara lain:

  1. Sepertiga malam terakhir (waktu tahajud)
  2. Sesudah shalat fardhu
  3. Antara adzan dan iqamah


Editor : Firda Rachmawati