Cegah Stunting dan Perkuat Ketahanan Pangan, 6 KWT di Cirebon Jalankan Program ASRI
Pemkab Cirebon terus memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus mendukung percepatan penanganan stunting.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemkab Cirebon terus memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus mendukung percepatan penanganan stunting.
Program Anggota Keluarga Sehat Pekarangan Lestari (ASRI) yang diinisiasi Dinas ketahanan pangan dan Perikanan (DKPP) Jabar tersebut mulai dilaksanakan di Kabupaten Cirebon dengan menyasar enam Kelompok Wanita Tani (KWT).
Kepala DKPP Kabupaten Cirebon Sudiharjo mengatakan, Program ASRI merupakan langkah strategis untuk membangun ketahanan pangan yang dimulai dari lingkungan keluarga melalui pemanfaatan pekarangan rumah.
“Program ASRI yang diinisiasi DKPP Jabar sangat sejalan dengan visi mewujudkan kemandirian pangan daerah,” kata Sudiharjo, Sabtu 6 Juni 2026.
Menurutnya, masyarakat didorong untuk memanfaatkan lahan pekarangan secara optimal dengan menanam berbagai komoditas pangan, sayuran, tanaman obat keluarga (TOGA), serta memelihara sumber protein hewani seperti ayam petelur.
“Melalui program ini, kita didorong untuk memanfaatkan pekarangan rumah secara optimal dengan menanam tanaman pangan, sayuran, dan tanaman obat keluarga, serta pemanfaatan protein hewani,” ujarnya.
Sudiharjo menjelaskan, pemanfaatan pekarangan tidak hanya bertujuan mempercantik lingkungan rumah, tetapi juga untuk memastikan ketersediaan pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman bagi keluarga.
Dia menilai, program tersebut memiliki sejumlah tujuan strategis, mulai dari meningkatkan kualitas konsumsi pangan rumah tangga, mendukung percepatan penanganan stunting, hingga meningkatkan pendapatan keluarga melalui hasil panen pekarangan.
“Tujuan utamanya bukan sekadar memperindah pekarangan, melainkan memastikan ketersediaan pangan yang beragam dan bergizi seimbang di tingkat rumah tangga, mendukung penanganan stunting melalui pemenuhan gizi keluarga, serta meningkatkan nilai ekonomi keluarga dari hasil panen pekarangan,” jelasnya.
Selain penandatanganan kerja sama akunya, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai aspek administrasi dan teknis pelaksanaan program sebagai bekal dalam menjalankan kegiatan secara berkelanjutan.
"Sebanyak enam Kelompok Wanita Tani yang ditetapkan sebagai penerima Program ASRI Tahun 2026 yaitu KWT Muzaraea, KWT Maju Jaya, KWT Sari Rasa, KWT Rengganis Mahesa Ayu, KWT Indah Makmur, dan KWT Nenggala Beringin," jelasnya.
Sudiharjo berharap, program tersebut mampu mendorong masyarakat menjadikan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga yang produktif dan berkelanjutan.
“Melalui pemanfaatan lahan pekarangan yang asri, teratur, indah, dan nyaman, kita tidak hanya membangun ketahanan pangan, tetapi juga menciptakan lingkungan yang sehat dan keluarga yang sejahtera,” tuturnya.
Dia juga mengajak seluruh anggota KWT untuk terus memperkuat semangat gotong royong, berbagi pengetahuan, dan mengembangkan budidaya pekarangan secara berkelanjutan.
“Mari jadikan pekarangan rumah kita sebagai lumbung hidup yang memberikan manfaat besar bagi keluarga dan lingkungan sekitar. Bersama Pemprov Jawa Barat, kita wujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan tangguh,” tukasnya.
Editor : Doni Ramdhani


