Cegah Stunting pada Anak, Dinkes Tangerang Gelar Program Minum Obat Cacing Massal
Dinkes Kota Tangerang, Provinsi Banten, resmi menggelar kegiatan POPM cacingan sebagai langkah strategis untuk menekan risiko stunting
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, Provinsi Banten, resmi menggelar kegiatan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Cacingan.
Program ini menargetkan sebanyak 281.735 anak usia 1 hingga 12 tahun sebagai langkah strategis untuk menekan dan mencegah risiko stunting di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, menegaskan bahwa pemberian obat cacing ini sangat krusial. Penyakit cacingan sering kali dianggap remeh, padahal berpengaruh langsung terhadap tumbuh kembang optimal seorang anak.
"Penyakit cacingan sering kali tidak bergejala berat di awal, namun dampaknya dalam jangka panjang sangat berbahaya. Cacing dapat menyerap nutrisi vital dalam tubuh anak, yang menyebabkan anak mengalami anemia, gizi buruk, hingga berisiko tinggi mengalami stunting," jelas Dini di Tangerang seperti dikutip dari Antara, Selasa (4/8/2026).
Sasaran dan Lokasi Pembagian Obat Cacing Massal
Ia menjelaskan sasaran penerima POPM cacingan dihimpun secara terpadu dari seluruh puskesmas di Kota Tangerang, mencakup anak usia balita melalui posyandu hingga anak usia sekolah dasar (PAUD, TK dan SD/MI).
Lebih lanjut, pemberian obat cacing ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Tangerang dalam menciptakan generasi penerus yang sehat, cerdas dan tangguh.
Ia pun mengimbau, kepada seluruh orang tua dan pihak sekolah untuk mendampingi serta memastikan anak-anak meminum obat cacing yang diberikan oleh petugas sesuai dosis dan aturan yang ditentukan.
"Selain meminum obat cacing secara berkala, kami juga mengajak masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Biasakan anak-anak untuk rajin mencuci tangan menggunakan sabun di air mengalir, menjaga kebersihan makanan, serta selalu memakai alas kaki saat bermain di luar rumah," kata dr. Dini.
Editor : Ahmad Sayuti


