Cukup Dihirup! Aroma Kopi Pagi Bisa Perbaiki Suasana Hati Sebelum Diminum

Satu hirupan aroma kopi pagi ternyata bisa kurangi stres dan lelah tanpa perlu diminum. Simak penjelasan ilmiah dan tips memaksimalkannya di sini!

Cukup Dihirup! Aroma Kopi Pagi Bisa Perbaiki Suasana Hati Sebelum Diminum
Cukup Dihirup! Aroma Kopi Pagi Bisa Perbaiki Suasana Hati Sebelum Diminum

INILAHKORAN.ID - Bagi banyak orang, secangkir kopi pagi adalah ritual wajib untuk mengawali hari. Namun, tahukah Anda bahwa manfaat kopi untuk suasana hati ternyata sudah bekerja bahkan sebelum Anda meminumnya?

​Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients mengungkapkan bahwa hanya dengan menghirup aroma kopi yang baru diseduh, seseorang dapat merasakan penurunan tingkat stres dan perbaikan mood secara signifikan.

​Apa Kata Penelitian Terbaru?

​Dalam studi tersebut, para peneliti menguji sekelompok dewasa muda sehat yang diminta menghirup aroma kopi yang baru diseduh selama 5 menit dari jarak sekitar 50 cm.

​Hasil pengukuran psikologis dan aktivitas otak menunjukkan perubahan yang menarik:

​Penurunan Stres dan Ketegangan: Peserta mengalami penurunan rasa cemas, kecemasan (tension-anxiety), kelelahan (fatigue), kebingungan, dan perasaan jengkel.

​Efek Meredakan, Bukan Menggebu: Uniknya, aroma kopi tidak meningkatkan lonjakan energi atau denyut jantung, melainkan memberikan efek menenangkan (settling effect) pada otak.

​Mengapa Aroma kopi Bisa Menenangkan Otak?

​Indera penciuman manusia terhubung secara langsung ke bagian otak yang mengatur emosi dan ingatan (emotional brain).

​Menurut Rod Mitchell, seorang psikolog terdaftar yang diwawancarai oleh Healthline, efek ini kemungkinan besar berasal dari kondisi psikologis dan pengalaman masa lalu (respon terkondisi).

​"Seorang peminum kopi rutin telah mengasosiasikan aroma kopi dengan waktu istirahat, kehangatan, dan rasa lega ribuan kali. Akibatnya, baunya saja sudah cukup untuk memicu tubuh agar merasa rileks sesuai apa yang telah dilatih," jelas Mitchell.

​Artinya, otak kita menangkap bau kopi sebagai sinyal bahwa "ini saatnya untuk sejenak beristirahat dan tenang".


Editor : Firda Rachmawati