ICBS 2026 Dorong Bisnis Kopi Indonesia Tembus Pasar Global lewat Hilirisasi

ICBS 2026 mendorong penguatan ekosistem bisnis dan hilirisasi kopi Indonesia agar produk kopi olahan mampu bersaing di pasar global.

ICBS 2026 Dorong Bisnis Kopi Indonesia Tembus Pasar Global lewat Hilirisasi
Peserta lomba Cup Taster di perhelatan Jogja Coffee Week yang digelar di Gedung Jogja Expo Center, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (5/9/2026). ANTARA

INILAHKORAN.ID - Forum Indonesia Coffee Business Summit (ICBS) 2026 mendorong penguatan ekosistem bisnis kopi Indonesia yang berkelanjutan dan inovatif agar mampu berkembang serta bersaing di pasar global.

Event Director ICBS 2026 Eureka Bastian mengatakan forum yang digelar di Jogja Expo Center (JEC), Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan industri kopi dari tingkat daerah, nasional, hingga organisasi internasional.

"Ada dari Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Asosiasi kopi Indonesia (ASKI), Pemda DIY dan ASEAN Coffee Federation untuk berdiskusi membahas potensi pengembangan kopi di Indonesia," katanya, seperti dikutip dari Antara, Sabtu (5/9/2026).

Menurut Eureka, ICBS merupakan bagian dari rangkaian Jogja Coffee Week (JCW) yang memiliki visi jangka panjang untuk mengintegrasikan seluruh pemangku kepentingan dalam industri kopi, mulai dari produsen hingga pelaku industri hulu dan hilir.

"ICBS 2026 menyatukan berbagai elemen dalam ekosistem kopi, meliputi pelaku usaha, roaster, pemilik coffee shop, pengusaha, investor, asosiasi, akademisi, pemerintah, hingga profesional dan pelaku industri kreatif," ujarnya.

ICBS 2026 memandang bisnis kopi sebagai sebuah ekosistem yang perlu diperkuat secara menyeluruh. Penguatan rantai nilai tersebut mencakup petani dan single origin, proses pascapanen, pengolahan, roasting, distribusi, teknologi, coffee shop, hingga pengembangan merek dan ekspansi bisnis.

"kopi Indonesia tidak cukup hanya dikenal karena rasanya. Kita perlu memastikan bahwa nilai ekonominya juga tumbuh di sepanjang rantai pasok, dari hulu hingga hilir, dan mampu menciptakan brand serta bisnis yang kompetitif di tingkat global," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Komunikasi dan Pemberdayaan Daerah Kadin Indonesia Erwin Aksa mengatakan ICBS 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat hilirisasi komoditas kopi agar semakin berkembang dan memiliki daya saing di pasar global.

"Jadi saya sangat mendukung kegiatan seperti ini, apalagi mengundang tamu-tamu dari luar sehingga kita bisa mendorong para pelaku usaha, terutama UKM, untuk bisa melakukan hilirisasi," katanya.

Erwin berharap semakin banyak kegiatan yang mengangkat industri kopi di Indonesia dapat mendorong peningkatan ekspor kopi, khususnya dari Yogyakarta.

Menurut dia, terdapat banyak jalur promosi yang dapat dimanfaatkan industri kopi Indonesia untuk memperluas pasar ke luar negeri, termasuk ke negara-negara Eropa dan Amerika.

"Kita mencari mitra dagang di Eropa, di Amerika, atau di berbagai negara yang tepat, terutama yang memberikan teknologi pengolahan kopi mereka untuk kita pakai di Indonesia," ujarnya.

Ia menyebut Indonesia memiliki posisi strategis dalam industri kopi dunia. Indonesia saat ini menempati posisi keempat sebagai negara pengekspor kopi terbesar di dunia.

"Jadi kita harapkan bukan hanya jumlahnya, tetapi kualitas dan juga yang kita ekspor adalah produk kopi yang sudah diolah," katanya.


Editor : Ahmad Sayuti