Dadang Supriatna Bidik 35 Ribu Wirausahawan Baru di Kabupaten Bandung

Bupati Bandung Dadang Supriatna menargetkan lahirnya 35 ribu pengusaha atau wirausahawan baru. Berbagai program kewirausahaan di Kabupaten Bandung pun telah disiapkan.

Dadang Supriatna Bidik 35 Ribu Wirausahawan Baru di Kabupaten Bandung
Dadang Supriatna mengatakan, pihaknya telah menyiapkan berbagai program untuk mempercepat pencapaian target tersebut. Ia optimistis target 35 ribu wirausahawan baru di Kabupaten Bandung tersebut dapat tercapai dalam waktu satu setengah tahun ke depan. (istimewa)

INILAHKORAN, Soreang - Bupati Bandung Dadang Supriatna menargetkan lahirnya 35 ribu pengusaha atau wirausahawan baru. Berbagai program kewirausahaan di Kabupaten Bandung pun telah disiapkan.

Dadang Supriatna mengatakan, pihaknya telah menyiapkan berbagai program untuk mempercepat pencapaian target tersebut. Ia optimistis target 35 ribu wirausahawan baru di Kabupaten Bandung tersebut dapat tercapai dalam waktu satu setengah tahun ke depan.

"Kita harus melakukan percepatan supaya lahir para wirausahawan baru di Kabupaten Bandung. Program banyak sekali kita siapkan. Anggarannya juga kita siapkan untuk membantu permodalan usaha masyarakat," kata Dadang Supriatna, Minggu 8 Oktober 2023.

Dia meyakini, lahirnya puluhan ribu wirausahawan baru ini dapat berdampak kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sebab, selain meningkatkan daya beli, tumbuhnya wirausahawan baru juga dapat menyerap lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar.

Selama dua tahun lebih masa pemerintahan Bupati Dadang Supriatna, Pemkab Bandung telah berhasil 'membidani' lahirnya sekitar 20 ribu wirausahawan baru terutama wirausahawan mikro, kecil dan menengah di Kabupaten Bandung.

Salah satunya yakni berkat keberhasilan program pinjaman dana bergulir tanpa bunga dan tanpa agunan yang digagas oleh Bupati Dadang sendiri.

"Alhamdulillah program dana bergulir tanpa bunga dan tanpa agunan ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Program ini mampu melahirkan belasan ribu wirausahawan baru selama saya menjabat Bupati dua tahun lima bulan," ujarnya.

Melalui program dana bergulir tanpa bunga dan tanpa agunan tersebut, kata Dadang, masyarakat bisa memperoleh bantuan pinjaman bergulir untuk menjalankan usaha sebesar Rp 2 juta per orang. 

Dengan bantuan pinjaman dana bergulir tersebut, tak sedikit masyarakat yang tadinya menganggur dan tak memiliki usaha, kini dapat membuka usaha. Bahkan mayoritas dari mereka berhasil mengembangkan usahanya sehingga memiliki omzet berlipat.

Melalui program dana bergulir ini, Pemkab Bandung telah menyalurkan dana bergulir kepada 13.360 penerima manfaat sepanjang 2022 lalu. 

"Gagasan dan inisiatif ini sukses menumbuhkan banyak wirausahawan baru dan membuat masyarakat terbebas dari pinjol dan bank emok," katanya.

Pada tahun 2022, kata Dadang, pihaknya menganggarkan anggaran sebesar Rp 40 miliar guna menyalurkan dana bergulir tanpa bunga dan tanpa agunan tersebut. Dana tersebut ke masyarakat/debitur melalui Bank BJB dan Bank BPR Kerta Raharja Kabupaten Bandung. 

Karena terbukti berhasil melahirkan ribuan wirausahawan baru dan sukses mengurangi angka pengangguran, ia  menambah kembali anggaran dana bergulir tanpa bunga dan tanpa agunan tersebut menjadi Rp 70 miliar pada tahun 2023 ini.

"Berkat program bantuan dana bergulir ini salah satunya alhamdulillah angka pengangguran terus turun. Alhamdulillah hingga saat ini sudah lahir 20 ribu wirausahawan baru. Tinggal 15 ribuan lagi target kita," ujarnya.

Selain itu, berbagai program yang disiapkan Pemkab Bandung seperti pelatihan-pelatihan keterampilan di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) disebut telah melahirkan ribuan wirausahawan baru secara merata di 31 kecamatan sekaligus mengurangi angka pengangguran secara signifikan.

"Alhamdulillah output program pelatihan yang kami siapkan hasilnya luar biasa. Banyak yang akhirnya buka usaha sendiri dan juga sebagian disalurkan ke perusahaan-perusahaan di dalam dan luar negeri terutama ke Jepang dan Korea," katanya.

Pemkab Bandung, kata dia, menyediakan berbagai program pelatihan bagi para lulusan SMA/SMK hingga para pemuda usia produktif seperti pelatihan las listrik, menjahit, tata boga, desain grafis, konveksi, digital printing, mebeuler, pengolahan hasil pertanian hingga pelatihan bahasa Jepang dan Korea.

"Jadi kalau ada pemuda atau masyarakat yang menganggur ini harus jadi pertanyaan. Ini males atau gimana. Karena program banyak sekali yang kita siapkan. Asal ada kemauan, harusnya tidak boleh ada yang menganggur. Mau buka usaha? Kita siapkan modalnya. Mau bekerja di perusahaan. Kita siapkan pelatihannya. Mau kerja ke luar negeri. Kita siapkan juga pelatihan bahasa dan keterampilannya. Jadi harusnya tidak boleh ada pemuda Kabupaten Bandung yang menganggur. Asal ada kemauan dan jangan gengsi," ujarnya.*** (rd dani r nugraha)


Editor : Doni Ramdhani