Daging Sapi Langka di Bandung Raya, Harga Melejit hingga Rp160 Ribu per Kilogram

Gejolak harga daging sapi mulai terasa di sejumlah pasar tradisional Jawa Barat, khususnya kawasan Bandung Raya. 

Daging Sapi Langka di Bandung Raya, Harga Melejit hingga Rp160 Ribu per Kilogram
Data pemantauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar menunjukkan, lonjakan harga tertinggi terjadi di Pasar Kosambi dan Pasar Kordon, Kota Bandung. Di dua pasar tersebut, harga daging sapi menyentuh angka Rp160 ribu per kilogram, jauh di atas harga normal. (tangkapan layar)

INILAHKORAN.ID - Gejolak harga daging sapi mulai terasa di sejumlah pasar tradisional Jawa Barat, khususnya kawasan Bandung Raya

Kenaikan harga yang menembus Rp160 ribu per kilogram memicu kekhawatiran pedagang, bahkan sebagian memilih menghentikan aktivitas jual beli akibat pasokan yang kian terbatas.

Data pemantauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar menunjukkan, lonjakan harga tertinggi terjadi di Pasar Kosambi dan Pasar Kordon, Kota Bandung. Di dua pasar tersebut, harga daging sapi menyentuh angka Rp160 ribu per kilogram, jauh di atas harga normal.

Situasi paling krusial terjadi di Pasar Kosambi. Aktivitas perdagangan nyaris lumpuh, setelah mayoritas pedagang memilih mogok berjualan. 

Dari puluhan lapak yang biasa beroperasi, hanya tersisa satu pedagang yang masih melayani pembeli. Sejumlah pedagang lainnya bahkan dikabarkan tengah bersiap mengikuti aksi demonstrasi, sebagai respons atas persoalan pasokan dan tingginya harga jual.

Tekanan serupa mulai terlihat di Pasar Kordon. Meski pedagang masih tetap membuka lapak, stok daging sapi dilaporkan sangat terbatas. Kondisi tersebut memunculkan rencana penghentian sementara aktivitas dagang lantaran distribusi pasokan dinilai tidak mencukupi kebutuhan pasar.

Fenomena berkurangnya aktivitas jual beli juga terjadi di Pasar Ciicalengka, Kabupaten Bandung. harga daging di pasar ini bergerak pada kisaran Rp150 ribu hingga Rp160 ribu per kilogram. Namun, sebagian besar pedagang mulai memilih tidak berjualan sambil menghabiskan sisa stok yang tersedia.

Sisi lain, beberapa pasar masih mempertahankan stabilitas perdagangan. Pasar Baleendah dan Pasar RTC Rancaekek, misalnya, tetap beroperasi normal dengan harga daging sapi di rentang Rp140 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram. 

Kenaikan harga juga mulai memukul omzet pedagang di Pasar Tagog Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Kendati aktivitas jual beli masih berjalan normal, para pedagang mengaku terdampak oleh menurunnya daya beli masyarakat seiring naiknya harga daging.

Sementara itu, Pasar Sehat Soreang mengambil langkah berbeda. Sedikitnya 25 pedagang sapi telah menyepakati penghentian sementara aktivitas dagang bersama pada 18–19 Mei 2026.

Adapun di sejumlah wilayah lain, perdagangan daging sapi masih berlangsung relatif stabil. Pasar Cipanas Cianjur dan Pasar Atas Cimahi tercatat tetap beroperasi normal, dengan harga daging berada pada kisaran Rp140 ribu hingga Rp145 ribu per kilogram.

Berdasarkan catatan Disperindag Jabar, kebutuhan pasokan daging sapi di kawasan Bandung Raya selama ini bertumpu pada sejumlah rumah potong hewan (RPH), di antaranya RPH Tasikmalaya, RPH Ciroyom, RPH Caringin, hingga RPH Cibadak Cianjur. 

Gangguan distribusi dari sentra pemotongan tersebut diduga menjadi salah satu penyebab terganggunya pasokan dan melonjaknya harga di tingkat pasar tradisional. 


Editor : Doni Ramdhani