Dari Ambruk Jadi Permanen
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Yuliantono
INILAH, Bandung - Jembatan itu seharusnya menjadi tanda sebuah akses baru. Setelah diresmikan, warga Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, semestinya bisa menyeberang dengan lebih mudah.
Namun, belum lama setelah seremoni berlangsung, jembatan gantung itu justru melengkung dan ambruk. Peristiwa pada Minggu (30/8) tersebut sontak menjadi sorotan.
Apalagi, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami bersama puluhan warga berada di atas jembatan ketika struktur jembatan mulai tidak stabil. Beruntung, insiden itu tidak menimbulkan korban jiwa. Kini, setelah jembatan gantung itu menjadi perhatian publik, muncul rencana baru.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan akan mengambil alih penanganan jembatan di Desa Margacinta. Bukan sekadar memperbaiki jembatan gantung yang bermasalah, Pemprov Jabar menyiapkan jembatan permanen yang diharapkan jauh lebih kokoh dan mampu melayani kebutuhan warga dalam jangka panjang.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal Pemerintah Kabupaten Pangandaran.
Menurut Dedi, kondisi keuangan Pemkab Pangandaran tengah menghadapi tekanan fiskal yang berat sehingga pembangunan infrastruktur tersebut sulit ditangani secara mandiri.
“Pemprov Jabar juga tahu kalau Pemda Kabupaten Pangandaran bangun jembatan itu keuangannya tidak mampu. Tekanan fiskalnya berat, defisitnya tinggi. Ibu Citra aja nanti pusing Ibu Bupati-nya,” ujar Dedi.
Di tengah ramainya pembicaraan mengenai jembatan tersebut, Dedi juga merasa perlu meluruskan satu hal. Dia menepis anggapan, jembatan gantung yang ambruk merupakan proyek Pemprov Jabar. Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut sebelumnya bukan menggunakan anggaran pemerintah provinsi.
“Ayo, kamu gagal ya menggoreng-goreng jembatan gantung difaktakan menjadi kesalahan saya. Ayo, ternyata jembatan gantung bukan anggaran Pemprov Jabar. Ya sudah, kita tak usah lagi berdebat urusan jembatan gantung di Desa Margacinta,” kata Dedi melalui akun media sosialnya, Rabu (2/9).
Meski bukan proyek Pemprov Jabar, persoalan jembatan itu tidak kemudian dibiarkan. Pemprov Jabar memilih mengambil alih kewenangan penanganannya. Langkah tersebut sekaligus menjadi pintu masuk untuk menghadirkan infrastruktur baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan mobilitas warga.
“Pemprov Jabar segera mengambil alih jembatan yang ada di Margacinta menjadi kewenangan Pemprov Jabar,” tegasnya.
Bagi Dedi, jembatan permanen yang direncanakan dibangun pada 2027 bukan semata-mata pengganti jembatan gantung yang ambruk. Jembatan itu diproyeksikan menjadi bagian dari urat nadi ekonomi masyarakat Margacinta dan sekitarnya. (gin)
Editor : Inilahkoran

