Misi Juara dan Realita

Misi Juara dan Realita
PERSIAPAN: Kapten Persib Marc Klok (tengah) saat menjalani sesi latihan di Lapangan Pendamping Stadion GBLA.

Oleh: Muhammad Ginanjar

INILAH, Bandung- Menjadi juara bertahan tiga musim beruntun bukanlah sebuah kemewahan bagi Marc Klok. Kian hari, dia kian berat menahan beban ekspektasi.

Misi pertama bahkan berlangsung jauh lebih sulit dari yang dibayangkan. Klok menyebut Maung Bandung harus bekerja keras untuk memastikan tiket menuju fase grup AFC Champions League (ACL) Two 2026/2027.

Terbukti, Persib hanya bisa menang dengan skor tipis 1-0 saat melawan Manila Digger FC pada babak play off. Maung Bandung bahkan harus menunggu hingga menit ke-89 untuk mencetak gol kemenangan.

Klok memberikan apresiasi terhadap permainan yang ditunjukkan Manila Digger FC. Menurutnya, lawan memiliki pemain yang kuat, cepat dengan mengandalkan serangan balik.

“Saya doakan yang terbaik untuk mereka. Mereka punya tim yang bagus. Tapi kami melakukan apa yang harus kami lakukan dan sedikit lebih sulit dari yang diperkirakan. Tapi kami berhasil lolos ke babak penyisihan grup dan itulah yang paling penting untuk Persib Bandung,” ujar Klok, Rabu (2/9).

Pemain yang beroperasi sebagai gelandang ini pun blak-blakan mengenai realita yang dihadapi timnya sepanjang musim ini.

Menurutnya, perjalanan Persib tidak sepenuhnya berjalan mulus karena terdapat sisi positif sekaligus tantangan besar yang harus dihadapi para pemain.

Klok menilai salah satu hal positif yang dirasakan Persib adalah kesempatan tampil di level yang lebih tinggi. Menurutnya, kompetisi tersebut menjadi panggung bagi Persib dan Indonesia untuk menunjukkan kualitas di hadapan publik yang lebih luas.

“Yang bagus itu adalah kita memiliki kesempatan untuk membawa Persib Bandung dan Indonesia ke peta yang lebih besar dan lebih global. Untuk membuktikan diri, membuktikan tim, kualitasnya, menjadi lebih baik, untuk belajar,” kata Klok.

Namun, di balik kesempatan tersebut, Klok juga mengakui ada sejumlah hal yang membuat perjalanan Persib musim ini terasa sangat berat. Padatnya jadwal pertandingan, perjalanan panjang, serta kondisi yang harus dihadapi pemain menjadi tantangan tersendiri.

“Yang buruk adalah jadwal pertandingan, perjalanan, situasi. Itu sangat menyulitkan,” tuturnya.

Klok memahami bahwa Persib akan berusaha melakukan berbagai cara untuk membuat kondisi tim tetap optimal. Namun, sebagai pemain, ia merasakan langsung betapa beratnya tuntutan yang harus dijalani ketika pertandingan datang silih berganti.

“Saya tahu Persib akan berusaha semaksimal mungkin untuk membuatnya sebaik mungkin, tapi kenyataannya ini bakal sangat sulit bagi para pemain untuk mengatasi hal ini, mengatasi tekanan, mengatasi intensitas dan kelelahan,” katanya.

Menurut Klok, kondisi tersebut merupakan fakta yang harus diterima oleh setiap pemain profesional. Tuntutan untuk tetap tampil maksimal tetap ada, meskipun tubuh dan mental harus menghadapi tekanan akibat jadwal padat serta perjalanan yang melelahkan.

“Sebagai pemain, anda harus menghadapinya, itu pekerjaan anda. Namun saya hanya bertindak jujur, ini tidak akan mudah,” tegasnya.

Sementara itu, Pelatih  Igor Tolic menegaskan timnya harus memberikan yang terbaik untuk kembali menjuarai BRI Super League 2026/27.

Tolic, yang naik sebagai pelatih kepala menggantikan Bojan Hodak, pada musim lalu membantu Persib meraih juara liga untuk ketiga kalinya secara beruntun.

"Targetnya selalu sama untuk suporter kami, untuk klub, dan untuk perkembangan tim. Kami harus memberikan yang terbaik dan mencoba memenangkan liga lagi," kata Tolic.

Tolic menyebut persaingan memperebutkan gelar juara musim ini akan kembali berlangsung ketat seperti sebelum-sebelumnya.

Gelar juara, kata dia, juga tak dinilai di awal kompetisi. Menurutnya, kompetisi di liga adalah soal konsistensi, soal siapa yang mampu mempertahankan penampilan terbaik sampai akhir kompetisi.

Ia berkaca pada kompetisi musim lalu ketika timnya baru memenangkan gelar liga pada pertandingan terakhir. Kala itu, Persib bermain imbang 0-0 dengan Persijap Jepara dan hasil itu sudah cukup untuk menyegel gelar juara dari kejaran Borneo FC.

Persib dan Borneo mengoleksi 79 poin, namun Pangeran Biru menjadi tim yang berhak menjadi juara karena unggul secara head-to-head.

"Ini adalah maraton, bukan lari cepat (sprint). Jadi tidak ada yang ditentukan di bulan September atau Oktober. Tahun lalu kami menunggu sampai pertandingan terakhir untuk menentukan gelar juara. Jadi saya yakin hal yang sama akan terjadi tahun ini; tidak ada yang ditentukan di paruh pertama musim, penentuannya akan ada di bulan April dan Mei," kata Tolic.

Persib akan membuka kompetisi Super League pada akhir pekan ini, tepatnya Minggu (6/9) pukul 19.00 WIB dengan menjamu PSM Makassar.

Setelah laga itu, mereka akan menghadapi laga berat bertajuk Derbi Indonesia kontra Persija Jakarta pada Sabtu (12/9). (bsf)


Editor : Inilahkoran