Dari Genangan Menuju Layanan 24 Jam
PUSKESMAS Melong Tengah tak lagi ingin berdamai dengan banjir. Gedung baru dua lantai dibangun untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih aman bagi warga.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Agus Satia Negara
Setiap kali hujan datang, ada kecemasan yang ikut menyertai aktivitas di Puskesmas Melong Tengah, Kota Cimahi. Bukan hanya soal pasien yang datang untuk berobat. Genangan air yang berulang setiap musim hujan membuat bangunan puskesmas tak lagi ideal untuk menjadi tempat pelayanan kesehatan.
Air yang menggenang berisiko mengganggu aktivitas, merusak peralatan medis hingga mengancam keselamatan pasien dan tenaga kesehatan. Kini, persoalan itu mulai dicarikan jalan keluar.
Pemerintah Kota Cimahi resmi memulai pembangunan gedung baru Puskesmas Melong Tengah di Kelurahan Melong. Bangunan dua lantai tersebut ditargetkan rampung pada 31 Desember 2026 dan mulai beroperasi penuh pada awal 2027.
Peletakan batu pertama menjadi penanda dimulainya perubahan. Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengatakan pembangunan tersebut bukan sekadar mengganti bangunan lama, tetapi menjawab kebutuhan masyarakat yang selama ini terganggu persoalan banjir.
"Puskesmas ini kalau musim hujan selalu terjadi banjir, oleh sebab itu tahun ini mulai kita bangun," kata Ngatiyana, Selasa (25/8).
Gedung baru Puskesmas Melong Tengah dirancang bukan hanya agar lebih aman dari genangan. Bangunan dua lantai dengan luas sekitar 265 meter persegi itu akan mengikuti regulasi terbaru dan menerapkan konsep Integrasi Layanan Primer (ILP) berbasis lima klaster pelayanan.
Konsep tersebut diharapkan membuat alur pelayanan kesehatan lebih teratur, cepat, dan komprehensif. Pembangunan sepenuhnya dibiayai melalui APBD Kota Cimahi dan masuk dalam skala prioritas pemerintah daerah. Pengerjaan ditargetkan selesai dalam 143 hari kalender.
Bagi Dinas Kesehatan Kota Cimahi, perubahan paling penting bukan terletak pada jumlah lantai atau luas bangunan, melainkan pada jaminan keselamatan mereka yang datang dan bekerja di dalamnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi Mulyati mengatakan kondisi puskesmas lama sudah tidak bisa dibiarkan terus-menerus menghadapi persoalan banjir.
"Yang utama itu keselamatan pasien. Puskesmas Melong ini posisinya selalu kebanjiran jika musim hujan datang," kata Mulyati.
Setiap genangan juga membawa risiko lain. Peralatan kesehatan dapat rusak, begitu pula dokumen-dokumen penting milik pasien.
Karena itu, pembangunan gedung baru diharapkan menjadi solusi jangka panjang, bukan sekadar penanganan sementara setiap kali musim hujan tiba.
Meski bangunan lama segera berganti, pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak ikut berhenti.
Selama proses pembangunan berlangsung, Puskesmas Melong Tengah tetap melayani warga dari lokasi sementara di kawasan Kompleks Pharmindo.
Dengan begitu, masyarakat tetap memiliki akses untuk mendapatkan pelayanan kesehatan sembari menunggu gedung baru selesai dibangun. Namun, ada satu layanan yang membuat gedung baru ini dinanti lebih jauh.
Pelayanan persalinan direncanakan tersedia selama 24 jam. Bagi warga Melong dan wilayah sekitarnya, keberadaan layanan tersebut berarti sesuatu yang penting. Terutama bagi ibu hamil yang membutuhkan pertolongan pada malam hari atau dalam kondisi darurat. (gin)
Editor : Inilahkoran

