Dari Katulampa Menuju Jalan Baru
JALAN Raya Tajur masih menjadi titik kepadatan.Pembangunan R3 dikebut untuk membuka jalur baru bagi warga Bogor.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Rizki Mauludi
Kemacetan di Jalan Raya Tajur membuat Pemerintah Kota Bogor terus mencari jalur alternatif. Salah satu harapan itu bertumpu pada pembangunan lanjutan Jalur Regional Ring Road (R3) yang perlahan mulai membuka jalan baru dari Katulampa menuju Wangun.
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim meninjau langsung perkembangan proyek tersebut di kawasan Katulampa, Selasa (25/8) sore.
Jalur R3 nantinya tidak sekadar menjadi jalan baru.
Pemerintah berharap ruas ini mampu memecah kepadatan kendaraan di Jalan Raya Tajur sekaligus membuka koneksi hingga Jalan Kolonel Ahmad Syam.
Dedie bahkan menyusuri lahan yang akan menjadi bagian dari jalur tersebut.
Rencana pembangunan akan membawa jalan menuju Sungai Ciliwung di sekitar Bendungan Katulampa, kemudian dilanjutkan dengan pembangunan jembatan hingga kawasan Wangun di Jalan Raya Tajur.
“Kami akan terus mengupayakan pembangunan Jalur R3 ini tuntas. Ini supaya permasalahan kemacetan di Kota Bogor teratasi,” kata Dedie.
Tahun ini, Pemkot Bogor mengalokasikan anggaran untuk pembangunan sepanjang 450 meter, mulai dari Katulampa Buleud hingga Katulampa Bendungan.
Pekerjaan di lapangan sudah menunjukkan perkembangan. Kepala DPUPR Kota Bogor Rr Juniarti Estiningsih menyebut progres konstruksi telah mencapai lebih dari 8 persen. Angka tersebut bahkan melampaui target pekerjaan dalam enam pekan pertama yang dipatok sekitar 3 persen.
“Ada deviasi positif sekitar 5, sekian persen. Ini pengerasan untuk konstruksi dasar, fondasi. Setelahnya dilakukan pengecoran. Saat ini dipersiapkan dulu terkait dengan rakitan konstruksinya,” kata Juniarti.
Meski demikian, pembangunan belum sepenuhnya bebas hambatan. Masih terdapat persoalan administrasi pertanahan yang harus diselesaikan.
Dedie optimistis persoalan tersebut dapat segera dituntaskan agar pekerjaan tidak kehilangan momentum. Apalagi kondisi cuaca saat ini dinilai cukup mendukung percepatan pekerjaan.
“Yang kedua, kami juga tentu berharap ini mumpung cuacanya mendukung, jadi progres dari pelaksana juga bisa diakselerasi,” ujarnya.
(gin)
Editor : Inilahkoran

