Dari Medali Menuju Prestasi

PRESTASI adalah awal, bukan akhir. Di balik medali, terbuka jalan bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan.

Dari Medali Menuju Prestasi
RAIH MEDALI: Tim Olimpiade Fisika Internasional Indonesia berhasil membawa pulang satu medali emas, dua medali perak, dan dua medali perunggu dari ajang 56th International Physics Olympiad (IPhO) 2026 di Bucaramanga, Kolombia pada Sabtu (11/7) lalu. Kemendikdasmen memberi kesempatan kepada murid berprestasi untuk mengembangkan talenta.

Medali mungkin hanya benda kecil yang menggantung di dada. Namun bagi seorang murid, penghargaan itu bisa menjadi tanda dari perjalanan panjang—tentang latihan, kegigihan, kegagalan, dan keberanian untuk mencoba lagi.

Karena itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan penghargaan bagi murid berprestasi tidak berhenti pada hadiah setelah kompetisi berakhir. Mereka yang meraih medali tingkat nasional akan mendapat kesempatan untuk terus mengembangkan talenta melalui pembinaan yang berkelanjutan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan apresiasi tersebut diberikan kepada para peraih medali dalam berbagai ajang nasional yang diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikdasmen, termasuk Olimpiade Sains Nasional (OSN).

“Apresiasi tersebut menjadi bagian penghargaan kepada murid yang telah menunjukkan dedikasi, kerja keras, daya juang, dan prestasi dalam ajang talenta, termasuk OSN (Olimpiade Sains Nasional),” ujar Abdul Mu’ti, seperti dikutip dari ANTARA, Senin (7/9).

Bagi pemerintah, prestasi di tingkat nasional justru menjadi awal dari perjalanan yang lebih panjang. Murid-murid terbaik itu dibina dan dipersiapkan untuk membawa nama Indonesia dalam berbagai kompetisi internasional.

Tahun ini, sebanyak 79 murid dikirim sebagai Delegasi Indonesia dalam berbagai ajang internasional. Mereka membawa pulang 47 penghargaan, terdiri atas tujuh medali emas, 17 perak, 23 perunggu, dan lima honorable mention.

Angka-angka tersebut menjadi gambaran bahwa pembinaan talenta tidak berhenti ketika sebuah kompetisi selesai. Ada ruang yang lebih luas yang perlu dibuka agar kemampuan para murid terus berkembang.

“Mereka yang juara juga akan mendapat dukungan pengembangan talenta berkelanjutan,” kata Abdul Mu’ti.Kepala Puspresnas Kemendikdasmen Maria Veronica Irene Herdjiono mengatakan dukungan itu tidak hanya berupa hadiah atau dana pembinaan. Para peraih prestasi juga terus didampingi agar memiliki kesempatan mengikuti kompetisi di tingkat internasional.

“Prestasi di tingkat nasional bukanlah akhir dari proses pembinaan. Kami terus mendampingi para talenta berprestasi agar dapat berkembang dan memiliki kesempatan lebih luas lagi,” kata Irene.

Jalan pengembangan itu bahkan dapat berlanjut hingga pendidikan tinggi. Melalui Beasiswa Talenta Indonesia, hasil kolaborasi Puspresnas dan LPDP, para talenta berprestasi memperoleh kesempatan mendapatkan pendanaan pendidikan jenjang S1/D4 di dalam maupun luar negeri. (gin)


Editor : Inilahkoran