Dari Sempoa Menggapai Panggung Dunia

Dari Sempoa Menggapai Panggung Dunia
KOMPETISI ALOHA: Pelajar Indonesia asal Sulawesi Barat Herson Rasyha Wilajaya, berpose di sela-sela mengikuti kompetisi ALOHA, Mental Arithmetic Internasional dipusatkan di Panama, Amerika Tengah pada 27 Juli 2026.

KETELITIAN dan kerja keras mengantarkan Herson Rasyha Wilajaya ke panggung dunia. Pelajar asal Indonesia itu sukses menjadi juara dunia berhitung cepat di Panama.

Angka-angka yang bagi sebagian orang terasa rumit justru menjadi sahabat bagi Herson Rasyha Wilajaya. Dengan kecepatan berpikir dan ketelitian berhitung, pelajar asal Sulawesi Barat itu berhasil mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia.

Siswa kelas 3 SMP IT Al Biruni Mandiri, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, tersebut dinobatkan sebagai Grand Champion dalam ajang ALOHA Mental Arithmetic International yang digelar di Panama, Amerika Tengah.

Prestasi itu diraih setelah Herson menyingkirkan lebih dari seribu peserta dari 21 negara. Ia mampu menyelesaikan 70 soal aritmetika mental dalam waktu kurang dari lima menit menggunakan metode sempoa (abakus).

"Ini merupakan pencapaian tertinggi dalam hidup saya, kerja keras, ketekunan dalam belajar akhirnya membuahkan hasil," ujar Herson saat dikonfirmasi dari Makassar, seperti dikutip dari ANTARA, Kamis (30/7).

Kompetisi ALOHA Mental Arithmetic International merupakan ajang tahunan yang mempertemukan anak-anak dari berbagai negara untuk menguji kecepatan dan ketepatan berhitung tanpa alat bantu elektronik.

Keberhasilan Herson bukanlah hasil yang datang dalam semalam. Selama dua bulan menjelang kompetisi, ia menjalani latihan intensif hingga akhirnya mampu membawa pulang gelar juara dunia.

Anak ketiga dari empat bersaudara itu mengaku tak pernah membayangkan bisa berdiri di podium tertinggi. Baginya, kemenangan tersebut bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga hadiah bagi daerah asalnya dan Indonesia menjelang peringatan Hari Kemerdekaan ke-81.

"Doakan semoga prestasi ini mampu saya pertahankan dan menjadi bekal untuk menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi," tuturnya.

Prestasi Herson juga mendapat apresiasi dari Duta Besar Republik Indonesia untuk Panama, Hendra Halim. Saat menerima rombongan keluarga dan pihak sekolah di kantor Kedutaan Besar RI, Hendra menyebut keberhasilan tersebut sebagai bukti bahwa kemampuan pelajar Indonesia diakui dunia.

"Pencapaian ananda Herson terbukti mendapat pengakuan dunia karena menyabet gelar Grand Champion di ajang berhitung cepat tanpa alat bantu," katanya.

Secara terpisah, Direktur Pendidikan Al Biruni Mandiri School, Muhammad Arafah Kube, mengaku bangga atas pencapaian anak didiknya. Menurutnya, kerja keras dan kedisiplinan Herson selama berlatih akhirnya berbuah manis di tengah ketatnya persaingan peserta dari berbagai negara.

"Ini merupakan prestasi yang sangat luar biasa. Ketekunan, kedisiplinan hingga kerja keras ananda Herson dalam belajar, semua terbayarkan tuntas dengan hasil yang sangat memuaskan dan membanggakan negara Indonesia," ujarnya.

Bagi Herson, kemenangan di Panama bukanlah garis akhir. Gelar Grand Champion menjadi langkah awal untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, dan membawa nama Indonesia kembali bersinar di panggung internasional. (gin)


Editor : Inilahkoran