Dedi Lepas 1.147 Mahasiswa UPI: Gema Jabar Jejak Pengajar
DARI kampus menuju ruang kelas, langkah mahasiswa membawa misi baru. Mereka hadir di sekolah-sekolah Jawa Barat untuk berbagi ilmu dan menimba pengalaman.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Yuliantono
Bukan sekadar turun ke ruang kelas. Ribuan mahasiswa kini membawa misi baru: belajar menjadi pendidik sekaligus membantu menghadirkan layanan pendidikan yang lebih merata di Jawa Barat.
Sebanyak 1.147 mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) resmi diterjunkan dalam Program Gerakan Mahasiswa Mengajar Jawa Barat (Gema Jabar).
Mereka akan menghabiskan waktu selama enam bulan di ratusan sekolah untuk mendampingi proses pembelajaran sekaligus menjalani praktik lapangan sebagai calon guru.
Pelepasan peserta Program Penguatan Profesional Bidang Kependidikan (Probidik) Gema Jabar dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat, Kota Bandung, Senin (13/7).
Program tersebut menjadi langkah Pemprov Jabar dalam menjawab tantangan keterbatasan tenaga pendidik di sejumlah sekolah. Di sisi lain, mahasiswa mendapat kesempatan merasakan langsung dinamika dunia pendidikan yang selama ini lebih banyak dipelajari melalui teori di bangku kuliah.
Bagi Dedi, pengalaman mengajar di lapangan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter seorang pendidik. Menurutnya, kemampuan memahami peserta didik tidak cukup hanya diperoleh melalui pembelajaran akademik.
“Kesempatan mengikuti Program Gema Jawa Barat merupakan kesempatan emas bagi mahasiswa. Mengajar secara langsung akan membentuk kepekaan, kepemimpinan, serta kemampuan memahami karakter peserta didik yang tidak diperoleh hanya dari pembelajaran di ruang kelas,” ujar Dedi.
Dia meminta mahasiswa tidak hanya melihat wajah pendidikan di perkotaan, tetapi juga hadir di wilayah yang selama ini jauh dari pusat perhatian.
“Jangan hanya mengenal kota-kota besar. Mahasiswa harus hadir hingga ke pelosok, ke kampung, pesisir, pegunungan, dan berbagai daerah lainnya. Di sanalah pendidikan harus benar-benar dirasakan masyarakat,” ucapnya.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa akan ditempatkan di 364 satuan pendidikan yang tersebar di Jawa Barat. Lokasi tersebut terdiri atas 230 SMA, 116 SMK, dan 18 SLB.
Kehadiran mereka diharapkan dapat membantu sekolah dalam menjaga keberlangsungan kegiatan belajar mengajar. Namun lebih dari itu, program ini juga menjadi ruang pembentukan kompetensi profesional bagi calon pendidik.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Purwanto mengatakan, mahasiswa tidak hanya bertugas membantu guru di kelas, tetapi juga akan terlibat dalam berbagai proses pembelajaran. (gin)
Editor : Inilahkoran

