Dedi Mulyadi Ingin Suku Bunga Bank bjb Diturunkan, Ini Alasannya...
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melakukan pertemuan, salah satunya dengan Bank Indonesia Perwakilan Jabar di Gedung Negara Pakuan, Kota Bandung, Rabu 19 Maret 2025.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melakukan pertemuan, salah satunya dengan Bank Indonesia Perwakilan Jabar di Gedung Negara Pakuan, Kota Bandung, Rabu 19 Maret 2025.
Salah satu yang dibahasnya, adalah memungkinkan atau tidaknya suku bunga bank bjb diturunkan, dengan harapan mampu menstimulasi pertumbuhan ekonomi di Jabar.
Sebab kata Dedi, masalah utama Jawa Barat saat ini karena banyak masyarakat yang menjadi pelanggan bank emok, rentenir dan pinjaman online, dimana bunga pinjamannya mencapai 20 persen.
"Ini kan sebuah problem ekonomi, dimana orang miskin akan terus mengalami kemiskinan karena bunga sangat mahal. Kedua negara dirugikan, karena mereka memutar uang dengan bunga tinggi tetapi mereka tidak bayar pajak," ujar Dedi.
Maka dari itu, bank bjb sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi Jawa Barat lanjut Dedi, harus memberikan dampak kepada masyarakat.
Tetapi sebelum itu, Dedi meminta masukan dari Bank Indonesia, apakah memungkinkan atau tidak bila gubernur mengatu terkait suku bunga.
"Agar apa? Agar ASN tidak terlalu berat membayarnya (pinjaman), agar rekanan konstruksi bisa memanfaatkan Bank Jabar untuk mendapat kualitas pembangunan yang baik," ucapnya.
Mengingat lanjut Dedi, kehadiran bank bjb diciptakan tidak lain adalah untuk menopang pembangunan di Jawa Barat.
Editor : JakaPermana

