Dedi Mulyadi Minta Bupati dan Wali Kota Lakukan Tata Ruang agar Jabar Terhindari dari 'Hantu Banjir'

Bupati dan Wali Kota diimbau untuk segera melakukan tataa kota oleh Dedi Mulyadi agar Jawa Barat terhindar dari banjir.

Dedi Mulyadi Minta Bupati dan Wali Kota Lakukan Tata Ruang agar Jabar Terhindari dari 'Hantu Banjir'
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

INILAHKORAN, Bandung - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kini tengah melakukan tata kota agar Kabar terhindar dari 'hantu banjir'.

Dedi Mulyadi menuturkan bahwa saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) tengah berupaya mengatur strategi agar bajir tidak terjadi lagi.

Pemprov Jabar saat ini tengah membenahi sungai, mulai dari normalisasi sungai, pelebaran sungai, dan pembongkaran berbagai bangunan yang ada di bantaran sungai.

Pembangunan perumahan elit juga kini terus mengembang di tempat-tempat yang tidak seharusnya hingga menyebabkan banjir.

Hal ini seperti yang dirasakan oleh warga Bekasi dan Karawang yang baru-baru ini terkena banjir tinggi di kawasan perumahan.

"Untuk warga Bekasi dan warga Karawang yang hari ini masih mengalami banji karena hujan terus menerus dan pembangunan perumahan di lakukan di areal areal tempat penyimpangan air seperti sawah dan rawa, serta sungai-sungai yang mengalami sedimentasi dan penyempitan sehingga air meluap dan tidak bisa terkendali karena air pasti mengejar daerah yang datarannya lebih rendah," jelas Dedi Mulyadi.

Melalui akun Instagramnya @dedimulyadi71, Dedi Mulyadi mengunggah video pada Minggu, 25 Januari 2026, meminta Bupati dan Wali Kota untuk bersikap tegas pada pengembang proyek perumahan.

Tidak hanya itu Gubernur Jabaryang akrab di sapa KDM ini juga mengimbau agar Bupati dan Wali Kota untuk segera melakukan tata ruang.

"Pemprov Jabar sudah melakukan perubahan tata ruang dan sedang berproses, dan selanjutnya agar para Bupati, Wali Kota, melakukan tindakan yang sama dengan merubah tata ruang," ujar Dedi Mulyadi.

Dia melanjutkan, "tidak lagi membuka ruang areal areal yang peruntukan untuk kawasan perkebutan, kawasan hutan, kawasan pesawahan, kawasan rawa, bantaran suangai, dijadikan areal untuk perumahan dan pemukiman warga."

Dedi Mulyadi juga eren ana akan membuat apartemen dan rumah vertikal di kawasan padat penduduk.***


Editor : Irma Nurfajri