Dedi Mulyadi Ungkap Alasan Tunjuk Ayi Subarna Jadi Plt Dirut BJB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membuka alasan di balik penunjukan Ayi Subarna sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank BJB), usai wafatnya Direktur Utama sebelumnya, Yusuf Saadudin, pada Jumat 14 November 2025 silam.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membuka alasan di balik penunjukan Ayi Subarna sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank BJB), usai wafatnya Direktur Utama sebelumnya, Yusuf Saadudin, pada Jumat 14 November 2025 silam.
Dedi menegaskan, tak ada pertimbangan khusus selain faktor senioritas yang membuat Ayi, yang kini menjabat Direktur Operasional dan Teknologi Informasi, dipilih menahkodai Bank BJB.
“(Ayi) lebih senior dibanding dengan teman-teman yang lainnya,” alasan Dedi, saat ditemui di Sabuga, Kota Bandung, Selasa 18 November 2025.
Menurutnya, tantangan terbesar bagi pimpinan BJB bukan hanya soal teknis perbankan, tetapi kemampuan komunikasi dan jaringan. Ia berharap Ayi mampu tampil sebagai 'bankir komunikator' yang bisa menjaga kepercayaan publik dan investor.
“Karena pimpinan BJB itu bukan persoalan kemampuan perbankannya saja tapi kemampuan membangun jaringan, membangun komunikasi sehingga orang bisa percaya dan kemudian berinvestasi dan menjadi mitra,” ucapnya.
Dedi juga menyinggung sosok almarhum Yusuf Saadudin yang dikenal piawai dalam negosiasi dan membangun hubungan bisnis. Ia berharap Ayi dapat melanjutkan legacy tersebut.
“Pak Yusuf ini sosok yang dipuji oleh banyak orang loh. Mudah-mudahan nanti yang ke depan itu bisa sama dengan Pak Yusuf,” katanya.
Penunjukan Ayi sebagai Plt Direktur Utama berlaku selama enam bulan, atau sampai ditetapkannya Direktur Utama definitif. Hal ini tertuang dalam SK Direksi bank BJB Nomor 0565/SK/DIR-CSE/2025 tertanggal 15 November 2025 mengenai pembagian tugas dan kewenangan direksi.
Corporate Secretary bank BJB, Herfinia memastikan seluruh layanan dan operasional perbankan tetap berjalan normal di bawah koordinasi direksi. Ia menegaskan pentingnya kepercayaan publik di tengah transisi kepemimpinan.
“Penunjukan Direktur Pengganti Direktur Utama merupakan langkah strategis untuk menjaga stabilitas dan memastikan keberlanjutan arah transformasi Perseroan,” ujarnya dalam rilis resmi, Senin (17/11/2025).
Herfinia juga mengimbau masyarakat dan mitra untuk selalu merujuk pada kanal komunikasi resmi perseroan agar tidak terpengaruh informasi yang tidak terverifikasi. ***
Editor : JakaPermana

