Delapan Korban Tertimbun Longsor di Cipongkor Teridentifikasi, Tim DVI Polda Jabar Ungkap Identitasnya

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jabar berhasil mengungkap identitas 8 dari 10 korban tertimbun longsor di Kampung Gintung, Desa Cibenda , Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Delapan Korban Tertimbun Longsor di Cipongkor Teridentifikasi, Tim DVI Polda Jabar Ungkap Identitasnya
Kepala Biddokes Polda Jabar, Nariyana mengatakan, pada giat DVI yang dilaksanakan pada Selasa 2 April 2024 pihaknya sudah menerima dan mengidentifikasi 8 jenazah di RSUD Cililin. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jabar berhasil mengungkap identitas 8 dari 10 korban tertimbun longsor di Kampung Gintung, Desa Cibenda , Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Kepala Biddokes Polda Jabar, Nariyana mengatakan, pada giat DVI yang dilaksanakan pada Selasa 2 April 2024 pihaknya sudah menerima dan mengidentifikasi 8 jenazah di RSUD Cililin.

"Kami sudah menerima sebanyak 8 kantung jenazah dan sudah teridentifikasi semua," kata Nariyana dalam keterangan resminya.

Sebelumnya, 7 dari 8 jenazah korban tersebut ditemukan di area longsor di Kampung Gintung. Mereka berhasil ditemukan dengan metode penyemprotan air ke tiga titik worksite yang sebelumnya dipetakan tim SAR gabungan.

Sementara itu, satu orang korban ditemukan di aliran sungai Citarum dengan perkiraan jarak sejauh 15 kilometer dari titik longsor. Aji diduga tergerus material longsor dan terbawa hanyut arus deras banjir bandang yang saat itu terjadi bersamaan dengan longsor.

"Jenazah cocok dengan data dan teridentifikasi sebagai Aji, laki-laki usia 2 tahun alamat Desa Cibenda, Kecamatan Cipongkor," jelasnya.

"Jenazah Aji terindentifikasi berdasarkan pemeriksaan oleh lab DNA Pusdokkes mabes Polri," sebutnya.

Sementara itu, untuk 7 orang korban yang terungkap sebelumnya berhasil teridentifikasi melalui catatan medis dan dicocokkan dengan properti yang mereka pakai sesaat sebelum kejadian.

Nariyana menyebut, lima korban atas nama Nurlatifah (8), Sulastri (20), Diki Saputra (4), Aam (50), Dadi (58), dan Nurul Khofifah alias Syifa (8) teridentifikasi melalui catatan medis dan properti yang mereka kenakan.

"Sementara korban atas nama Nabila (5) terindentifikasi berdasarkan catatan medis gigi dan properti, dan Eras (50) terindentifikasi berdasarkan sidik jari, catatan medis, dan properti," sebutnya.

Atas terungkapnya identitas 8 orang korban longsor yang ditemukan tersebut, terang Nariyana, maka tersisa dua orang atas nama encep (69) dan Opin (45) yang saat ini masih belum ditemukan.

"Dengan begitu, tim DVI telah menerima laporan orang hilang sebanyak 10 orang, menerima 8 kantung jenazah dan mengidentifikasi sebanyak 8 orang. Sehingga orang hilang yang belum ditemukan sebanyak 2 orang," tandasnya. (agus satia negara)


Editor : Doni Ramdhani