Di Tengah Padatnya Nataru, Posko Kesehatan Terminal Cicaheum Tangani Kelelahan hingga Asam Lambung

Petugas psko kesehatan Dinkes Kota Bandung di Terminal Cicaheum banyak menangani keluhan warga yang mengecek kesehatan, mulai dari kelelahan hingga asam lambung

Di Tengah Padatnya Nataru, Posko Kesehatan Terminal Cicaheum Tangani Kelelahan hingga Asam Lambung
Petugas Dinkes yang berjaga di Posko Kesehatan Terminal Cicaheum tengah mendata warga yang memeriksa kesehatan di Terminal Cicaheum, Sabtu 27 Desember 2025. Foto Yogo Triastopo/inilahkoran

INILAHKORAN.ID - Arus mudik dan balik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) tidak hanya memadati Terminal Cicaheum, Kota Bandung. Tetapi juga membawa cerita lain di posko kesehatan yang siaga melayani para penumpang. 

Di balik hiruk-pikuk keberangkatan bus di Terminal Cicaheum, petugas kesehatan bekerja bergantian memastikan kondisi para pemudik tetap prima selama perjalanan.

Dokter umum dari Puskesmas Moch Ramdan, Trixie menjelaskan, pelayanan kesehatan di Terminal Cicaheum dilakukan secara bergilir dengan melibatkan beberapa puskesmas di Kota Bandung. Setiap harinya, dokter yang bertugas akan berbeda sesuai jadwal shift yang telah ditentukan.

“Kalau di sini, kita dibagi shift. Setiap hari dokter berbeda yang dibagi beberapa puskesmas yang ada di Kota Bandung. Saya sendiri dari puskesmas yang berbeda dengan dokter yang jaga sebelumnya” kata Trixie pada Sabtu 27 Desember 2025.

Posko kesehatan di Terminal Cicaheum, mulai beroperasi sejak 23 Desember 2025 dan akan terus siaga hingga 4 Januari 2026. Dalam satu shift pelayanan, posko diperkuat oleh satu dokter, satu perawat dan satu unit ambulans yang disiagakan untuk kondisi darurat atau rujukan pasien.

Menurut Trixie, sebagian besar pasien yang datang mengalami keluhan kesehatan yang bersifat akut dan berkaitan dengan kelelahan selama perjalanan. Keluhan yang paling sering ditemukan antara lain sakit kepala, pusing, batuk pilek hingga gangguan asam lambung.

“Kebanyakan memang penyakitnya sifatnya akut, seperti sakit kepala, pusing, pilek batuk, kelelahan ataupun asam lambung naik,” ucapnya.

Dalam menangani pasien, petugas kesehatan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Proses diawali dengan tanya jawab terkait keluhan yang dirasakan, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan tanda-tanda vital seperti tekanan darah, suhu tubuh dan nadi.

“Setelah itu, kita tentukan pasien mengalami keluhan apa. Kalau obatnya tersedia di posko, langsung kita berikan. Tapi kalau memang perlu penanganan lebih lanjut dan obatnya tidak ada, akan kita rujuk ke puskesmas atau rumah sakit,” ujar dia.

Keluhan yang paling sering ditemui selama masa Nataru ini, adalah tekanan darah tinggi. Faktor kelelahan selama perjalanan panjang diduga menjadi pemicu utama yang kemudian menimbulkan sakit kepala dan pusing. Selain itu, pola makan yang tidak teratur selama perjalanan. Juga menyebabkan banyak penumpang mengalami peningkatan asam lambung hingga mual.

“Hari ini kebanyakan pasien di usia 50 sampai 60 tahun, ada juga yang usia 40-an. Rata-rata memang di usia dewasa,” tambahnya.

Dalam satu hari, jumlah pasien yang datang ke posko kesehatan Terminal Cicaheum bisa mencapai rata-rata 10 orang bahkan lebih pada hari-hari tertentu dengan lonjakan penumpang. Meski demikian, hingga saat ini belum ditemukan kasus dengan keluhan yang tergolong parah.

“Sejauh ini kami belum mendapatkan keluhan yang parah. Tapi kalau pun ada, kami siap memberikan penanganan. Dan apabila memerlukan penanganan lebih lanjut, akan kami rujuk ke rumah sakit sesuai kasusnya,” tandas dia.


Editor : Ahmad Sayuti