Dibatalkan Usai Banyak yang Menentang, Ini Kronologi Awal Penjualan Saham FIFA

Kronologi lengkap awal mula mengapa FIFA mengajukan profosal untuk menjual saham Piala Dunia.

Dibatalkan Usai Banyak yang Menentang, Ini Kronologi Awal Penjualan Saham FIFA
Presiden FIFA Gianni Infantino.

INILAHKORAN, Bandung - FIFA saat ini telah membatalkan rencana mereka untuk menjual sahan senilai Rp359 triliun yang berkaitan dengan Piala Dunia.

Presiden FIFA Gianni Infantino telah membatalkan rencana untuk menjual 20% saham di anak perusahaan yang akan mengelola semua kompetisinya.

Di mana kompetisi ini termasuk Piala Dunia, dalam sebuah langkah yang menghadapi penentangan luas dari badan-badan kontinental, termasuk UEFA.

Langkah ini diambil setelah asosiasi anggota UEFA secara bulat memutuskan untuk memboikot semua turnamen FIFA sebagai bentuk protes, sementara konfederasi Asia dan Amerika Utara menyatakan solidaritas dengan negara-negara Eropa.

Berikut Ini Kronologi Penjualan saham hingga Dibatalkan:

- 28 Juli 2026

FIFA mengatakan ingin menciptakan anak perusahaan senilai $20 miliar (Rp359 triliun) untuk menjalankan Piala Dunia dan kompetisi lain yang diselenggarakan oleh badan sepak bola global tersebut, dan mengumpulkan $4,2 miliar (Rp75 triliun) dengan menjual 20% saham kepada investor eksternal.

Masih di hari yang sama, UEFA mengkritik langkah tersebut dalam sebuah pernyataan yang sangat keras, dengan mengatakan bahwa proposal FIFA "melanggar batasan yang seharusnya tidak pernah dilanggar oleh badan pengatur sepak bola".

"Tidak satu pun dari kita yang merupakan pemilik sepak bola. sepak bola bukan milik FIFA untuk dijual," tambah badan sepak bola Eropa tersebut.

- 29 Juli 2026

Badan sepak bola Amerika Utara, CONCACAF, mengatakan bahwa mereka tidak dimintai pendapat sebelum FIFA mengajukan proposal tersebut.

"CONCACAF baru mengetahui masalah ini melalui pemberitaan media dan, selanjutnya, melalui siaran pers. Kami sangat prihatin dengan kurangnya proses hukum yang semestinya," tutur CONCACAF dalam sebuah pernyataan.

Konfederasi sepak bola Asia juga menyatakan kekecewaannya bahwa proposal sebesar itu diajukan sebelum konfederasi anggota memiliki kesempatan untuk meneliti rencana tersebut.

"Inisiatif semacam itu harus didasarkan pada prinsip-prinsip tata kelola yang baik, transparansi, dan konsultasi yang bermakna," kata AFC.

Masih di hari yang sama, The Times melaporkan bahwa Gianni Infantino telah mengirim surat kepada semua asosiasi anggota yang menyatakan bahwa mereka akan menerima 40 juta dolar (Rp719 miliar)masing-masing jika mereka menyetujui proposal tersebut sebelum 19 September 2026.

Namun, jika mereka menolak paket senilai 10 miliar dolar AS (Rp179 triliun), yang akan tersedia mulai 1 Januari tahun depan, jumlahnya akan dikurangi menjadi 2,7 miliar dolar AS (Rp48 triliun) yang sebelumnya ditawarkan.

- 30 Juli 2026

Negara-negara anggota UEFA mengadakan pertemuan darurat virtual dan dengan suara bulat memutuskan untuk memboikot Piala Dunia dan kompetisi FIFA lainnya sebagai bentuk protes atas usulan tersebut.

"Piala Dunia tidak dapat diperlakukan sebagai produk investasi. Ini adalah salah satu warisan olahraga sepak bola terbesar. 

Piala Dunia telah dibangun selama beberapa generasi oleh para pemain, tim nasional, dan pendukung di setiap benua. 

Tidak ada bagian darinya yang boleh diserahkan kepada investor swasta. Piala Dunia tidak untuk dijual," jelas UEFA dalam sebuah pernyataan.

CONCACAF juga mengadakan pertemuan, di mana mereka menolak proposal penjualan saham FIFA, sementara Federasi sepak bola Meksiko mengatakan akan mempelajari proposal tersebut sebelum memutuskan posisinya.

"Diskusi tersebut memperkuat perlunya transparansi yang lebih besar dan tata kelola yang baik. Karena alasan ini, CONCACAF dan 41 Asosiasi Anggotanya telah: Menolak proposal tersebut," jelas CONCACAF dalam sebuah pernyataan.

Sheikh Salman bin Ebrahim Al-Khalifa, presiden AFC, menyebut kurangnya konsultasi FIFA terkait rencananya "sama sekali tidak dapat diterima."

"AFC sangat prihatin bahwa tindakan sepihak FIFA tampaknya merusak fondasi sepak bola kontinental itu sendiri, yang didasarkan pada solidaritas, kerja sama, dan transparansi," tulisnya dalam surat kepada 47 asosiasi anggota badan Asia tersebut.

- 31 Juli 2026

FIFA mengatakan akan melanjutkan proses konsultasi untuk penjualan saham tersebut.

"Proses konsultasi yang telah kami rencanakan terganggu oleh pemberitaan media yang tidak akurat. Kami akan melanjutkan proses konsultasi ini untuk memastikan bahwa setiap MA (asosiasi anggota) memiliki kemampuan untuk menyampaikan pendapatnya berdasarkan fakta," tutur FIFA dalam sebuah pernyataan.

AFC mendukung penolakan UEFA dan CONCACAF terhadap proposal FIFA, dengan mengatakan bahwa mereka "berdiri dalam solidaritas" dengan badan-badan Eropa dan Amerika Utara tersebut.

"Fakta bahwa situasi telah mencapai titik di mana kemungkinan nyata boikot Piala Dunia FIFA telah memasuki wacana publik seharusnya menjadi perhatian semua orang yang peduli dengan masa depan olahraga kita. sepak bola seharusnya tidak pernah ditempatkan dalam posisi seperti itu," tambahnya.

Penasihat senior Gianni Infantino, Carlos Cordeiro, mengundurkan diri sebagai bentuk protes atas proposal tersebut, menyebutnya sebagai "kesepakatan buruk bagi sepak bola."

"Izinkan saya memperjelas: Saya tidak terlibat dalam proposal ini, dan saya menentangnya tanpa ragu," tambahnya.

Melihat penolakan terus menerut hinggap3nasihatnya mengundurkan diri, akhirnya Gianni Infantino mengatakan FIFA telah membatalkan rencana tersebut.

"Setelah mendengarkan dengan saksama semua pandangan, menjadi jelas bahwa proyek ini telah menciptakan perpecahan yang, terlepas dari tingkat dukungannya, tidak lagi sesuai dengan tujuan yang ditetapkan sejak awal," ungkapnya dalam sebuah pernyataan.***


Editor : Irma Nurfajri