Diisukan Nyaleg DPR-RI dan Pindah ke Nasdem, Ini Jawaban Berkelas Kang AW
Diisukan pindah partai dari Demokrat ke Nasdem anggota DPRD Jawa Barat Asep Wahyuwijaya menegaskan lebih mementingkan kedaulatan rakyat ketimbang kepentingan partai
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor- Diisukan memilih pindah dari Partai Demokrat ke Partai Nasional Demokrat (Nasdem) untuk selanjutnya mecalonkan diri sebagai anggota DPR RI, Anggota DPRD Jawa Barat Asep Wahyuwijaya menuturkan bahwa dirinya lebih mementingkan daulat rakyat ketimbang daulat partai politik.
Isu itu muncul, tak lama usai perhelatan Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat yang memenangkan Anton Sukartono Suratto.
Seperti diketahui, Asep Wahyuwijaya merupakan rengrengan atau tim sukses Irfan Suryanegara. Mantan Ketua DPD Parta8 Demokrat Jawa Barat sebelumnya.
"Hingga saat ini DPP Partai Demokrat masih meminta saya bertahan. Beberapa partai politik lain sudag menawari, termasuk salah satu partai yang lebih intensif ngajak ngobrol-ngobrol sambil minum kopi," kata Asep Wahyuwijaya kepada wartawan, Jumat, 7 Oktober 2022.
Asep Wahyuwijaya menuturkan bahwa dalam sistem pemilihan legislatif proporsional terbuka ini, daulat rakyat bagaimanapun harus dikedepankan.
"Daulat Partai Politik tak cukup penting karena Partai Politik itu hanya sebagai kendaraan politik saja. Partai Politik hanya benda mati. Ideologi semua partai politik pun pun sekarang mirip-saja sjaa, bahkan ada juga partai yang ngomongnya berplatform kerakyatan tapi kelakuannya menghisap rente dari bansos rakyat," tuturnya.
Pria yang akrab disapa Kang AW ini menjelaskan bahwa pada akhirnya, pilihan rakyat pada akhirnya hanya akan bermuara pada figur-figur individu politikus.
"Dimanapun partai politiknya, saat ini rakyat, terutama juga di Kabupaten Bogor sudah sangat cerdas dan meyakini bahwa dirinya berkomitmen dengan sosok atau figur yang dipilihnya, bukan dengan partainya. Tujuh tahun saya berpolitik sebagai anggota parlemen di Jawa Barat, maka selama itu pula saya berikhtiar untuk menjaga amanah yang diberikan. Mendorong anggaran pembangunan rumah sakit, membangunkan jalan, mendirikan pasar hingga membangunkan ratusan ruang kelas baru untuk siswa-siswi di Bumi Tegar Beriman hingga mereka bisa bersekolah dengan baik," jelas Kang AW.
Sehingga ke depan, apapun partainya, bagi alumni Fakultas Hukum Universitas Pajajaran itu. Bahwa jabatan sebagai wakil rakyat hanyal titipan amanah yang besar dan berat, yang mesti tetap diletakkan dalam porsinya secara proporsional.
"Lalu, bagaimana kalo tidak jadi wakil rakyat lagi? Dalam benak dan pikiran saya, hal itu pun sama sekali tidak masalah. Saya bukan tipikal politisi penyuka kekuasaan dan jabatan belaka. Saya tahu dengan konsekuensi amanah yang menyertai maka harus dipegang teguh titipan amanah kekuasaan tersebut. Saya pasti memikirkannya dan melakukan apa yang dipikirkan untuk kebaikan rakyat yang sudah menitipkan amanahnya. Anggap saja, semuanya pun jadi ibadah kan? Supaya enteng dan gak ada beban. Salam daulat rakyat," sambungnya. (Reza Zurifwan)
Editor : Ahmad Sayuti


