Dilaksanakan Secara Serentak di Lima Dapil, Ratusan Calon PPS Ikuti Seleksi Wawancara
Ratusan calon Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) kini tengah mengikuti tahapan wawancara setelah dinyatakan lolos verifikasi administrasi (Vermin) dan verifikasi faktual (Verfak).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Ratusan calon Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) kini tengah mengikuti tahapan wawancara setelah dinyatakan lolos verifikasi administrasi (Vermin) dan verifikasi faktual (Verfak).
Tahapan seleksi wawancara calon PPS tersebut dilaksanakan secara serentak di lima daerah pemilihan (Dapil) di Kabupaten Bandung Barat, yakni Dapil 1 meliputi Padalarang, Ngamprah dan Saguling, Dapil 2 meliputi Cikalongwetan, Cipeundeuy dan Cipatat.
Kemudian, Dapil 3 meliputi Lembang, Parongpong dan Cisarua, Dapil 4 meliputi Batujajar, Cihampelas dan Cililin. Serta Dapil 5 yang meliputi Rongga, Cipongkor, Sindangkerta dan Gununghalu.
"Tahapan pembentukan Badan Ad Hoc hari ini sudah memasuki sesi wawancara PPS yang dilakukan oleh PPK yang telah dilantik kemarin. Untuk pelaksanaanya digelar di masing-masing Dapil," kata Komisioner KPU KBB Divisi Teknis dan Penyelenggaraan Pemilu Cep Suryana saat ditemui di Padalarang, Selasa 21 Mei 2024.
Dapil 1 misalnya, meliputi Padalarang, Ngamprah dan Saguling di mana tes seleksi wawancara digelar di Kantor Desa Kertajaya, Kecamatan Padalarang, Bandung Barat.
"Tes seleksi wawancara ini dimulai tanggal 21-23 Mei 2024 dengan jumlah peserta sebanyak 123 orang. Rinciannya, 48 dari Padalarang, 51 orang dari Ngamprah dan 24 orang dari Saguling," sebutnya.
Nantinya, jelas Cep, bakal diambil dua kali kebutuhan atau 6 orang dari masing-masing desa. Kemudian, setelah proses wawancara pihaknya bakal menentukan 3 orang terpilih sebagai PPS dan 3 lainnya sebagai pergantian antarwaktu (PAW).
"Untuk pelantikan rencananya bakal dilakukan pada 26 Mei 2024. Oleh karena itu, tahapan seleksi PPS kita rampungkan sebagai bentuk persiapan dalam rangka menatap pelaksanaan tahapan-tahapan yang memang dirasa sudah mulai strategis," jelasnya.
"Selain itu, tahapan pencalonan dan pemutakhiran data juga sedang berlangsung hari ini," sambungnya.
Menurutnya, dengan terbentuknya Badan Ad Hoc baik PPK maupun PPS, KPU KBB kini memiliki kepanjangan tangan untuk melaksanakan berbagai tahapan Pilkada yang tengah berlangsung ataupun akan dilakukan.
"Setelah kemarin PPK dilantik dan dilanjutkan dengan PPS hari ini, per Juni 2024 badan ad hoc pun sudah mulai terbentuk," imbuhnya.
"Secara tahapan kita bisa sangat terbantu dengan keberadaan mereka," ucapnya.
Apalagi, sambung Cep, saat nanti pelaksanaan pencalonan dalam artian calon independen di mana nantinya ada keperluan untuk verfak dan para PPS ini yang nanti bakal dilibatkan.
"Pelaksanaan wawancara oleh PPK karena temen-temen PPS ini bersentuhan langsung dengan PPK. Lalu, kaitan dengan emosional, secara personal mereka yang tahu dan merasakan siapa personal PPS yang dirasa mumpuni," paparnya.
Disinggung terkait persyaratan untuk menjadi anggota PPS, Cep menerangkan, untuk persyaratannya sama dengan PPK. Artinya, tidak ada batasan usia dan periodesasinya pun dihilangkan.
Menurutnya, hal itu sesuai dengan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Nomor 476 Tahun 2022 tentang Pedoman Teknis Pembentukan Badan Adhoc Penyelenggara Pemilihan Umum dan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan Walikota dan Wakil Walikota
"Hanya batasan minimal usia, yakni 17 tahun. Sementara untuk maksimalnya tidak ada," terangnya.
Saripudin (59) peserta tes seleksi wawancara PPS mengaku, ada beberapa perbedaan terkait materi wawancara menghadapi Pilkada KBB 2024 ini.
"Ada perbedaan tentang kepemiluan, kerja keras dan kejujuran," katanya yang juga sempat menjadi anggota PPS Margajaya pada Pemilu 14 Februari 2024 lalu.
Di usianya yang tak lagi muda, Saripudin mengaku harus bisa mengatur waktu dan istirahat yang cukup mengingat banyaknya aktivitas yang harus dijalaninya sebagai anggota PPS.
"Paling penting mengatur waktu dan istirahat yang cukup," ucapnya.
Bahkan, sambung Saripudin, saat menjadi PPS pada Pemilu lalu dirinya pun bermalam di kantor desa untuk memastikan semua tahapan sesuai dengan arahan dan intruksi KPU KBB.
"Saya start ke lapangan dari 06.30 WIB dan memastikan semua aman terkendali. H-1 sebelum Pemilu kemarin persiapan dan kontrol pun dilakukan secara kontinyu," ujarnya.
Saat ditanya motivasi dirinya mengikuti seleksi PPS, Saripudin menyebut, hanya ingin mengimplementasikan keilmuannya mengingat dirinya selama ini sebagai organisator.
"Saya selama ini aktif di organisasi kepemudaan, jadi ingin mengimplementasikan ilmunya," ucapnya. (agus satia negara)
Editor : Doni Ramdhani

