Dilema Teras Cihampelas Bandung: Pembongkaran Tunggu Kajian, PKL Tolak Relokasi
Teras Cihampelas memasuki babak baru menuju wacana pembongkaran. Saat ini, Pemkot Bandung sedang melakukan kajian dari aspek dan hukum.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Teras Cihampelas kini memasuki babak baru. Wacana pembongkaran salah satu ikon Kota Bandung ini kian mendekati nyata. Saat ini, Pemkot Bandung tengah mengkaji berbagai aspek terkait Teras Cihampelas.
Menurut Wali Kota Bandung, kajian ini mencakup aspek teknis dan hukum termasuk mitigasi risiko kerugian negara. Dari hasil kajian, Pemkot Bandung bisa mengambil keputusan final terkait pembongkaran kawasan tersebut.
Tunggu Update dari KPK
“Teras Cihampelas ini masih kita lakukan tinjauan-tinjauan. Baik tinjauan teknis maupun tinjauan secara hukum," kata Farhan kepada wartawan awal pekan ini. Dia berharap, kajian Teras Cihampelas bisa rampung minggu ini.
Farhan mengatakan, Pemkot Bandung saat ini juga masih menunggu pembaruan dan arahan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) khususnya terkait mitigasi risiko kerugian negara.
“Kami masih menunggu update dari KPK mengenai mitigasi risiko kerugian negara. Ini penting agar setiap langkah yang kami ambil aman secara hukum, dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” ucapnya.
Sentra Kuliner Baru
Lebih lanjut Farhan mengatakan, area Teras Cihampelas bagian atas saat ini telah direlokasi. Pemkot Bandung berencana mengalihkan konsep kawasan tersebut dengan menciptakan tujuan wisata baru berupa sentra kuliner yang berlokasi di bawah jembatan tepatnya di belakang Hotel Grandia.
“Dulu tujuannya memang wisata, sekarang kami ingin menciptakan tujuan wisata baru berupa pusat kuliner. Lokasinya di bawah jembatan, di belakang Hotel Grandia. Istilahnya mungkin kolong jembatan, nanti penamaannya akan diatur lebih lanjut,” ujar dia.
PKL Menolak relokasi
Rencana pembongkaran Teras Cihampelas berimbas pada keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa berjualan di bawahnya. Pemkot Bandung berencana merelokasi para PKL ke bawah Jembatan Pasupati.
Wacana itu mendapat penolakan dari para PKL. Mereka khawatir jarak yang jauh akan berdampak pada omzet dan kehilangan pelanggan tetap.
Aan Suherman, penjual nasi yang biasa berdagang di kawasan Teras Cihampelas mengatakan, relokasi ke bawah Fly Over akan menyulitkan pelanggannya.
"Kalau pindah ke tempat baru di bawah Fly Over Pasupati, tidak akan terjangkau. Kalau keinginan saya, relokasi tetap di kawasan ini," kata Aan Suherman, Rabu(10/2/2026).
Menurut Aan, pemerintah memang sudah membahas relokasi dekat Teras Cihampelas tetapi lahannya terlalu sempit untuk menampung seluruh pedagang.
"Kalau di dekat sini itu sistemnya bongkar pasang. Memang sudah ada dua titik relokasi, tapi lahannya sempit," ucapnya.***
Editor : Gin gin T Ginulur


