Dinkes: 258 Kasus Campak Terjadi di Jabar Sejak Januari 2026
Sejak Januari 2026, Dinkes Jabar mencatat ada 258 kasus campak terjadi. Angka tersebut bersumber dari laporan 15 kabupaten/kota di Jabar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar Vini Adiani Dewi mengatakan, sejak Januari 2026 terdata ada 258 kasus campak terjadi di Jabar.
Menurutnya, angka tersebut bersumber dari laporan 15 kabupaten/kota di Jabar. Kasus terbanyak terjadi di Kota Tasikmalaya. Sedangkan, untuk korban meninggal yang terdata baru satu kasus yakni dokter internship berinisial AMW (26) yang meninggal dunia usai menjalankan tugas di Cianjur.
Vini mengatakan, penyakit campak tidak hanya sekadar gatal di kulit. Gatal di kulit hanya terjadi bagi orang yang pernah diimunisasi.
"Kalau orang belum diimunisasi, itu bisa terjadi radang otak, radang paru-paru, mata menjadi buta, pendengaran menjadi tuli. Bahkan yang paling bahaya itu ada namanya amnesia imun," katanya, Senin (6/4/2026).
Dia menjelaskan, amnesia imun itu terjadi karena imun tubuh lupa akan tugasnya dalam memerangi penyakit dalam tubuh.
"Jadi lupa, antibodi. Yang sudah divaksin pnemonia, nah antibodi tubuh lupa kalau sebetulnya ia itu tentara untuk mencegah pnemonia," tambahnya.
Untuk itu, orang terkena campak kini harus terus diobservasi selama empat bulan hingga tiga tahun, guna memastikan ada dampak tambahan penyakit lain atau tidak dari campak tersebut.
Editor : Doni Ramdhani

