Dinkes Cimahi Waspadai Lonjakan Kasus ISPA

Dinkes Cimahi Waspadai Lonjakan Kasus ISPA
MENINGKAT TAJAM: Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Cimahi meningkat tajam. Data SKDR menunjukkan peningkatan berturut-turut selama empat minggu terakhir.(Foto/ILUSTRASI)

INILAH, Cimahi - Angka kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Cimahi terus menanjak. Dalam empat pekan terakhir, jumlahnya hampir berlipat ganda, membuat kewaspadaan masyarakat kembali menjadi perhatian.

Data Surveilans Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) mencatat 1.499 kasus pada minggu ke-34 2026. Angka itu meningkat menjadi 1.969 kasus pada minggu ke-35, kemudian 2.309 kasus pada minggu ke-36, hingga mencapai 2.675 kasus pada minggu ke-37.

Kenaikan terjadi secara berturut-turut. Dari minggu ke-34 ke minggu ke-35, kasus meningkat sekitar 31 persen. Pekan berikutnya bertambah lebih dari 17 persen, lalu kembali naik lebih dari 16 persen hingga mencapai angka tertinggi dalam empat pekan terakhir.

"Dalam empat minggu terakhir memang terjadi peningkatan yang berkelanjutan. Angka terus naik dan saat ini mencapai puncak 2.675 kasus," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi Mulyati, Sabtu (3/10).

Kenaikan kasus mulai terasa pada layanan kesehatan. Sejumlah rumah sakit di Kota Cimahi mengalami peningkatan keterisian tempat tidur. Kondisi tersebut membuat masyarakat yang langsung datang ke rumah sakit berisiko tidak mendapatkan tempat atau harus mencari fasilitas kesehatan lain.

Di tengah kondisi itu, Dinkes Kota Cimahi mengingatkan masyarakat agar tidak panik, tetapi tetap waspada. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah mengecek ketersediaan tempat tidur sebelum menuju rumah sakit melalui aplikasi SINARAP atau Sistem Informasi Rawat Inap.

"Lewat SINARAP, masyarakat bisa melihat rumah sakit mana yang masih memiliki ruang, mana yang sudah penuh. Ini agar tidak sia-sia datang ke satu rumah sakit lalu dipindah ke tempat lain. Cukup cek lewat gawai, langsung tahu ke mana harus menuju," ujar Mulyati.

Namun, rumah sakit bukan selalu menjadi pintu pertama ketika gejala ISPA muncul. Dinkes mengimbau masyarakat memanfaatkan puskesmas atau klinik terdekat terlebih dahulu.

Langkah tersebut dinilai dapat mempercepat pemeriksaan sekaligus mencegah penumpukan pasien di fasilitas kesehatan tingkat lanjut. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut, dokter akan memberikan rujukan ke rumah sakit.

"Jangan langsung ke rumah sakit kecuali dirujuk. Datang ke puskesmas atau klinik terdekat lebih dulu. Jika dokter menilai perlu dirujuk, barulah akan diarahkan ke rumah sakit," katanya.

(agus satia negara/gin


Editor : Inilahkoran