Dinkes Kota Bogor Gencarkan Sidak KTR

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor menggencarkan Inspeksi Mendadak (Sidak) Kawasan Tanpa Rokok (KTR) untuk meningkatkan

Dinkes Kota Bogor Gencarkan Sidak KTR
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor menggencarkan Inspeksi Mendadak (Sidak) Kawasan Tanpa Rokok (KTR) untuk meningkatkan

INILAHKORAN, Bogor - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor menggencarkan Inspeksi Mendadak (sidak) Kawasan Tanpa Rokok (KTR) untuk meningkatkan kepatuhan akan penerapan Peraturan Daerah (Perda) KTR di Kota Bogor atau Perda nomor 12 tahun 2009 yang diperbarui dengan Perda nomor 10 tahun 2018. Data Dinkes Kota Bogor pada tahun 2024 evaluasi di 1.957 lokasi tercatat kepatuhan 86,3 persen, angka itu terhitung naik dibanding 2023 yang hanya 78 persen.

Kepala Dinkes Kota Bogor, Sri Nowo Retno memaparkan, gencarnya sidak KTR, untuk meningkatkan kepatuhan. Pihaknya juga rutin sidak ke ritel modern bersama Satpol PP Kota Bogor, DinKUMKMDagin serta komunitas antitembakau.

"Kedepan, sidak akan diperluas ke puskesmas di 68 kelurahan. Pemkot Bogor juga menyiapkan sidang tipiring bagi pelanggar aturan," ungkap Retno kepada wartawan pada Kamis 25 September 2025.

Retno menerangkan, selain sidak, sosialisasi digencarkan lewat media sosial (medsos), kampanye dan edukasi langsung. Semua langkah itu ditujukan melindungi warga dari bahaya rokok. 

"Monitoring penerapan KTR rutin dilakukan tiap tahun. Pada 2024, evaluasi di 1.957 lokasi mencatat kepatuhan 86,3 persen. Angka itu terhitung naik dibanding 2023 yang hanya 78 persen. Namun, masih ada sejumlah fasilitas dengan kepatuhan rendah," terangnya.

"Pusat perbelanjaan modern baru 78,6 persen, restoran 77,4 persen, hotel 76,8 persen, sarana olahraga 73,3 persen, karaoke 60 persen dan pasar tradisional 50 persen," tambah Retno.

Retno menjelaskan, ada sembilan kawasan wajib steril rokok, mulai sekolah, ibadah hingga sarana olahraga.

"Kami ingin memastikan anak-anak dan remaja terlindungi dari bahaya paparan rokok. Langkah lain lewat forum diskusi grup (FGD) dan pembentukan duta KTR di sekolah. Kami juga memperkuat koordinasi lintas sektor, melibatkan akademisi, swasta, komunitas, hingga media," jelas Retno.***


Editor : JakaPermana