Perkuat Layanan Kesehatan Jiwa, Dinkes Cimahi Terapkan Pendekatan Menyeluruh

Tidak hanya dari sisi medis, Dinkes Cimahi juga melakukan pendekatan dari seluruh aspek agar pasien gangguan jiwa bisa sembuh

Perkuat Layanan Kesehatan Jiwa, Dinkes Cimahi Terapkan Pendekatan Menyeluruh
Ilustrasi pasien gangguan jiwa. Dinkes Cimahi melakukan pendekatan menyeluruh hingga melibatkan keluarga, sebagai pengobatan pasien gangguan jiwa dan tidak hanya dari aspek medis saja.

INILAHKORAN.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi tengah berupaya memperkuat sistem pelayanan kesehatan jiwa melalui strategi yang tidak hanya berfokus pada aspek medis semata, namun juga menekankan pentingnya dukungan keluarga serta penerimaan sosial dari lingkungan sekitar dalam proses pemulihan pasien.

Pasalnya, penanganan terhadap Orang Dengan gangguan jiwa (ODGJ) berat dinilai memerlukan pendekatan yang komprehensif yang mencakup pengobatan yang tepat, pendampingan intensif bagi keluarga.

Termasuk, terciptanya suasana lingkungan yang mendukung agar pasien dapat pulih secara optimal dan terintegrasi kembali di tengah masyarakat.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cimahi, dr. Reri Marliah mengatakan, keseriusan pemerintah daerah tercermin dari berbagai program konkret yang telah dijalankan sepanjang tahun 2025 guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan jiwa.

"Langkah yang ditempuh meliputi pengusulan kebutuhan obat kesehatan jiwa ke tingkat provinsi, pendampingan puskesmas dalam pelaksanaan layanan psikiater, hingga rapat koordinasi berkala bersama Tim Penanggulangan Kesehatan Jiwa Masyarakat," kata Reri, Kamis (1/7/2026).

Reri menyebut, semua ini dilakukan untuk memastikan setiap kebutuhan pasien dapat terpenuhi dengan baik dan terarah.

“Penguatan layanan juga dilakukan dengan memastikan ketersediaan obat serta meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan di puskesmas,” sebutnya.

Lebih lanjut Reri menuturkan, rincian program yang telah dilaksanakan sangat beragam dan menyentuh berbagai lapisan, mulai dari pendampingan psikolog bagi keluarga pasien di fasilitas kesehatan tingkat pertama, penanganan darurat bagi ODGJ yang mengalami gejala gaduh gelisah.

Kemudian, sambung dia, sosialisasi pencegahan gangguan jiwa di lingkungan kerja, hingga pelaksanaan skrining kesehatan jiwa secara masif.

"Selain itu, pemantauan evaluasi serta pelatihan terpadu bagi tenaga kesehatan terus digalakkan guna memastikan keahlian petugas semakin mumpuni dalam menangani setiap kasus yang ada di lapangan," tandasnya.


Editor : Ahmad Sayuti