Dipilih jadi Kampung Pengawasan Partisipatif, Bawaslu KBB: Warga Kampung Rancatiis Desa Galanggang Dikenal Guyub dan Aware Pilkada

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendapati sejumlah fakta menarik masyarakat jelang perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di Bandung Barat.

Dipilih jadi Kampung Pengawasan Partisipatif, Bawaslu KBB: Warga Kampung Rancatiis Desa Galanggang Dikenal Guyub dan Aware Pilkada
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendapati sejumlah fakta menarik masyarakat jelang perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di Bandung Barat.

INILAHKORAN, Ngamprah - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendapati sejumlah fakta menarik masyarakat jelang perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di Bandung Barat.

Hal itu terungkap pada kegiatan Launching Kampung Pengawasan Partisipatif yang dilaksanakan di Kampung Rancatiis RW05, Desa Galanggang, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Senin 15 Juli 2024.

"Launching kampung partisipatif ini dilaksanakan secara serentak di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat yang dipusatkan di Majalengka. Jadi setiap kabupaten/kota itu satu desa," kata Ketua Bawaslu KBB, Riza Nasrul Falah Sopandi saat ditemui usai launching, Senin 15 Juli 2024.

Riza menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk mengajak dan mengingatkan masyarakat agar turut berpartisipasi pada Pilkada KBB yang bakal digelar pada 27 November 2024 mendatang, serta mulai melakukan pengawasan pada setiap tahapannya.

"Ini merupakan ikhtiar kita untuk menarik masyarakat agar lebih aware atau peduli pada gelaran Pilkada serentak 2024 ini," jelas Riza.

Riza menyebut, dipilihnya Kampung Rancatiis RW05, Desa Galanggang sebagai Kampung Pengawasan Partisipatif lantaran kepedulian warganya dalam setiap agenda kepemiluan.

Menurutnya, hal itu dibuktikan dengan keaktifan warga yang menyampaikan banyak pertanyaan terkait dengan persoalan tahapan Pilkada yang terjadi di Bandung Barat

"Masyarakat Desa Galanggang ini melek Pemilu, mereka aktif bertanya banyak hal soal Pilkada, seperti persoalan coklit hingga masalah verifikasi faktual bacalon Bupati Bandung Barat dari jalur perseorangan," tuturnya.

Selain itu, Kampung Rancatiis, Desa Galanggang secara geografis berada di kawasan militer dalam hal ini Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus atau disingkat (Pusdiklatpassus) Batujajar dan masyarakatnya yang dikenal guyub.

"Berbicara pemilihan tentunya kita mencari lingkungan masyarakat yang representatif dan masyarakat di Desa Galanggang menjadi salah satu yang aware terhadap pemilihan. Bahkan tak hanya Pemilu 2024 lalu, saat Pilkades partisipasi masyarakat di sini mencapai 83 persen," paparnya.

Riza menyebut, Desa Galanggang ini memiliki sekitar 1.500 jiwa dengan berbagai latarbelakang profesi, mulai dari pegawai swasta, petani hingga pensiun TNI. Namun, semuanya guyub.

Sehingga, dengan adanya Kampung Pengawasan Partisipatif di Desa Galanggang bisa menjadi embrio bagi desa atau daerah lain.

"Ke depan kami berharap ada turunan berupa forum warga yang memungkinkan untuk membentuk Kampung Pengawasan Partisipatif. Kita targetkan setiap kecamatan satu Kampung Pengawasan Partisipatif," bebernya.

Selain itu, Bawaslu KBB juga menargetkan pilot Desa Anti Politik Uang atau money politics dan diharapkan bisa segera terbentuk.

"Kita coba sampling daerah mana, apalagi kalau ada desa adat," ucapnya.*** 


Editor : Bsafaat