Disdik Jabar Pastikan Gangguan Teknis di SPMB 2025 Tahap 1 Tidak Akan Terulang di Tahap 2
Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat memastikan, gangguan teknis seperti lambannya proses akses pendaftaran di laman resmi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 di tahap dua ini, tidak akan terulang layaknya di tahap satu.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat memastikan, gangguan teknis seperti lambannya proses akses pendaftaran di laman resmi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 di tahap dua ini, tidak akan terulang layaknya di tahap satu.
Kepala Disdik Jabar Purwanto mengatakan, saat ini server untuk laman resmi SPMB 2025 sudah lebih baik untuk menampung lonjakan akses dari calon siswa pendaftar pada jalur prestasi, yang dibuka pada tahap 2 ini.
Bahkan pihaknya telah melakukan serangkaian simulasi uji coba terhadap server, guna mengantisipasi lonjakan akses dari masyarakat.
"Kalau server, kuat. Kira lagi uji coba sekarang ya," ujar Purwanto baru-baru ini.
Seperti diketahui, pada proses pendaftaran SPMB 2025 tahap satu, di hari pertama dan kedua banyak keluhan dari siswa pendaftar, karena sulit mengakses laman SPMB 2025.
Ketika itu, Purwanto menyebut gangguan server terjadi karena tingginya animo siswa yang mendaftar. Total, ada 64.109 pendaftar yang mengakses laman resmi pendaftaraan secara bersamaan di hari pertama tahap pertama, sehingga mengakibatkan server SPMB 2025 down.
"Tentunya evaluasi dan perbaikan terus kami lakukan, untuk memastikan kelancaran proses pendaftaran dan kenyamanan calon peserta didik," ujar Purwanto dalam keterangannya, Rabu 11 Juni 2025 silam.
Pada SPMB 2025 jalur prestasi ini, pendaftaran akan dibuka hingga 1 Juli mendatang. Dimana Disdik Jabar menggunakan tes Computer Assisted Test (CAT) terstandar.
Total alokasi kuota di tahap 2 ini, 30 persen untuk SMA dan 35 persen bagi SMK. Dimana hasilnya akan diumumkan pada 9 Juli 2025 mendatang.
Pada tahap pertama, total 204.676 siswa diterima di sekolah negeri dari total kuota sekitar 329 ribuan siswa. Sisanya ini, bakal diperebutkan oleh siswa pada tahap kedua sekarang. (Yuliantono)
Editor : Ahmad Sayuti


