Disdik Jabar Surati Sekolah, Batasi Pelaksanaan Acara Perpisahan

Merujuk SE Gubernur Jawa Barat Nomor 45/PK.03.03/KESRA, Disdik Jabar kembali menyurati sekolah mengenai pembatasan pelaksanaan acara perpisahan sekolah.

Disdik Jabar Surati Sekolah, Batasi Pelaksanaan Acara Perpisahan
Kepala Disdik Jabar Purwanto mengatakan, tidak ada pelarangan melainkan penekanan pada esensi dan cara pelaksanaan perpisahan sekolah. (dok)

INILAHKORAN.ID - Merujuk SE Gubernur Jawa Barat Nomor 45/PK.03.03/KESRA, Disdik Jabar kembali menyurati sekolah mengenai pembatasan pelaksanaan acara perpisahan sekolah.

Kepala Disdik Jabar Purwanto mengatakan, tidak ada pelarangan melainkan penekanan pada esensi dan cara pelaksanaan perpisahan sekolah.

“Bukan ada larangan perpisahan, karena perpisahan itu kan harus ada. Setiap pertemuan pasti ada perpisahan,” ujar Purwanto saat dihubungi, Selasa (5/5/2026).

Menurutnya, yang menjadi perhatian utama adalah bagaimana kegiatan perpisahan itu diselenggarakan. Dia menyoroti pentingnya memastikan acara tersebut memiliki nilai edukatif dan tidak mendorong perilaku konsumtif.

“Cuma masalahnya perpisahannya edukatif enggak? Perpisahannya kemudian menimbulkan efek konsumtif enggak? Nah, ini yang kita inginkan bahwa perpisahannya itu yang bersifat edukatif dan tidak konsumtif,” tegasnya.

Purwanto menilai, kesederhanaan justru bisa menjadi sarana pendidikan yang kuat bagi siswa. Dia mendorong sekolah untuk mengemas kegiatan perpisahan secara kreatif tanpa membebani orang tua.

“Sederhana itu bisa mendidik,” katanya.

Dia juga menekankan pentingnya menonjolkan kreativitas siswa sebagai inti dari acara perpisahan. Selama tiga tahun menempuh pendidikan, menurutnya, siswa memiliki cukup pengalaman untuk menghadirkan momen berkesan tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

“Iya, caranya, kreativitas siswanya tonjolin dong. Selama 3 tahun mereka belajar tonjolin kreativitasnya sama guru-gurunya bersama-sama,” ungkapnya.

Purwanto menambahkan, perpisahan seharusnya menjadi momentum yang meninggalkan kesan mendalam, bukan ajang pamer kemewahan.

“Bikin sesuatu yang berkesan, karena perpisahan itu kan harus melahirkan kesan dan kesan itu bisa diciptakan. Bisa lewat kreativitas anak-anak tanpa biaya tinggi gitu. Tanpa membebani ekonomi orang tua,” pungkasnya. 


Editor : Doni Ramdhani