Disdik Kota Bogor Luncurkan Satgas Jaga Kelas, Ini Tugasnya

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor meluncurkan inovasi terbaru di lingkungan sekolah SeKota Bogor itu yakni, membentuk Satgas Jaga Kelas yang membantu tugas ketua kelas sehari-hari.

Disdik Kota Bogor Luncurkan Satgas Jaga Kelas, Ini Tugasnya

INILAHKORAN, Bogor - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor meluncurkan inovasi terbaru di lingkungan sekolah SeKota Bogor itu yakni, membentuk Satgas jaga kelas yang membantu tugas ketua kelas sehari-hari.

Kepala Disdik Kota Bogor Sujatmiko Baliarto menerangkan, tujuan inovasi tersebut diluncurkan untuk mendorong dan mengasah jiwa kepemimpinan juga membangun karakter siswa sejak usia dini. 

"Setiap siswa akan berkesempatan menjadi Satgas Jaga Kelas, jadi semua akan merasakan jadi memimpin. Tugasnya adalah menyiapkan dan memimpin rekan-rekan sekelasnya," tutur Sujatmiko pada Kamis (4/5/2023).

Sujatmiko memaparkan, Satgas Jaga Kelas berfungsi mendampingi ketua kelas mengawasi pelajar yang berbicara atau melakukan perilaku yang kurang baik.

"Mereka bertugas menegur agar tidak kembali melakukan perbuatan tersebut," terangnya.

Sujatmiko menjelaskan, selain para siswa, pembekalan telah dilakukan terhadap 250 kepala sekolah (Kepsek) di Kota Bogor. Motivasi dan pembekalan yang digelar di Aula Kantor Disdik Kota Bogor kemarin itu disampaikan langsung oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya dan Ketua Tim Penggerak PKK, Yane Ardian. 

"Pembekalan terhadap para pimpinan sekolah itu, dinilai sangat penting. Sebab, kepala sekolah memiliki peran penentu keberhasilan pendidikan nasional.  Kepsek merupakan pemimpin satuan pendidikan, pengarah, inovator, dan penanggung jawab mutu dan kualitas pendidikan sekolah masing-masing," jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya mengapresiasi upaya para tenaga pendidik yang telah memperjuangkan pendidikan. Orang nomor satu di Kota Bogor itu juga berterima kasih atas pencapaian para pelajar yang terlibat mengharumkan nama Kota Bogor dengan sejumlah prestasi yang telah diraih.

"Di kesempatan ini saya meminta para pendidik menyatukan ikatan perbuatan jadi keteladanan. Sebab guru harus menjadi teladan bagi para siswa menjauhkan diri dari perbuatan yang tidak memberikan manfaat," pungkasnya.*** (Rizki Mauludi)


Editor : JakaPermana