Dituding Biayai Buzzer dari APBD, Dedi Mulyadi: Silakan Cek
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membantah tudingan yang menyebutnya membiayai buzzer dari APBD.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Gubernur Jawa Barat dedi mulyadi membantah tudingan yang menyebutnya membiayai buzzer dari APBD.
Dedi mengatakan, isu yang tengah viral di sosial media mengenai dugaan dirinya memiliki buzzer dan menggunakan anggaran pemerintah untuk mengakomodasinya, ditegaskannya tidak benar.
Menurutnya, tudingan tersebut tidak berdasar dan dia meminta kepada yang menuduhnya untuk memeriksa langsung dalam dokumen resmi anggaran APBD 2025.
Dimana Pergub 14/2025 Tentang Perubahan Kelima Atas Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 30 Tahun 2024 Tentang Penjabaran APBD Tahun Anggaran 2025, yang mencantumkan penggunaan APBD pergeseran 2025 dapat diunduh di laman jdih.jabarprov.go.id.
Atau kata dia, bisa ditindaklanjuti langsung ke Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jabar.
"Silahkan dicek di anggaran Pemprov Jawa Barat, khususnya di Dinas Komunikasi dan Informatika. Apakah benar ada anggaran untuk membayar buzzer? Kalau ada, laporkan saja ke aparat penegak hukum," ujar Dedi dikutip Selasa 12 Juli 2025.
Dedi mengatakan, seluruh dokumen anggaran pemerintah provinsi terbuka dan bisa diakses oleh publik. Ia bahkan mempersilakan masyarakat untuk datang langsung ke dinas terkait, guna melihat data anggaran secara detail.
"Ambil saja datanya, baca bukunya. Jangan asal tuduh. Kami terbuka kok. Tinggal datang dan lihat," tegasnya.
Menanggapi dukungan yang ramai datang dari warganet, Dedi memastikan mereka bukanlah buzzer bayaran, melainkan warga yang memiliki harapan dan pikiran sehat terhadap masa depan Jawa Barat.
"Mereka itu warga yang punya akal sehat, punya harapan. Mereka bukan dibayar, dan mereka tidak suka menjelekkan orang lain," kata dia.
Dia juga menyampaikan apresiasi terhadap sikap kritis masyarakat, namun mengimbau agar setiap kritik yang disampaikan tetap berlandaskan data dan fakta.
"Rakyat itu penting curiga pada pemimpinnya, agar tidak semena-mena. Tapi sebelum speak up di media sosial, siapkan dulu datanya. Jangan sampai menyebarkan informasi bohong," harapnya.
Meski demikian, Dedi tetap menaruh hormat dan menyampaikan salam kepada seorang warganet yang sempat menudingnya menggunakan dana APBD untuk membayar buzzer.
"Terima kasih Mbak, semoga sehat selalu, diberkahi bersama keluarga dan semoga terbiasa tidak berbohong di ruang publik," tandasnya. (Yuliantono)
Editor : Ahmad Sayuti

