DLH Kabupaten Bandung Kesulitan Tangani Sampah Liar di Soreang
Persoalan sampah liar di kawasan ibu kota Kabupaten Bandung, Soreang masih menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Persoalan sampah liar di kawasan ibu kota Kabupaten Bandung, Soreang masih menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung mengakui kesulitan menangani maraknya tumpukan sampah di sejumlah titik, terutama di tepi jalan dan trotoar.
Kepala DLH Kabupaten Bandung Ruli Hadiana mengatakan, kemunculan TPS liar di kawasan Soreang sebagian besar disebabkan kebiasaan warga yang masih membuang sampah sembarangan.
“Ini memang jadi tantangan berat bagi kami. Sampah liar bermunculan karena masih ada masyarakat yang gemar membuang sampah di titik-titik yang bukan peruntukannya, seperti di tepi jalan maupun trotoar,” kata Ruli kepada INILAHKORAN, Selasa 3 Maret 2026.
Menurutnya, meski petugas kerap melakukan pembersihan, keberadaan TPS liar terus berulang. Sampah yang sudah diangkut, dalam waktu singkat kembali menumpuk di lokasi yang sama.
Di sisi lain, DLH Kabupaten Bandung juga menghadapi pembatasan kuota pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti yang berada di Kabupaten Bandung Barat. Saat ini, kuota pengiriman sampah dibatasi hanya 280 ton per hari.
Kondisi tersebut membuat penanganan sampah tidak bisa maksimal.
“Ketika sampah dari TPS liar kami angkut, pada akhirnya hanya dipindahkan ke tempat penampungan sementara. Karena kuota ke Sarimukti terbatas, tidak semua bisa langsung dibuang ke TPA. Sementara itu, masyarakat kembali membuang sampah di TPS liar,” ujarnya.
Ruli menambahkan, di kawasan Soreang sebenarnya telah disiagakan petugas Unit Reaksi Cepat (URC) yang bertugas membersihkan sampah secara berkala. Namun, tingginya produksi sampah terutama saat Ramadan menjadi kendala tambahan.
“Di bulan puasa ini volume sampah rumah tangga meningkat, terutama sampah plastik bekas makanan dan minuman khas Ramadan. Jadi beban kami juga ikut bertambah,” katanya.
Meski menghadapi berbagai keterbatasan, Ruli menegaskan pihaknya tidak akan menyerah. DLH Kabupaten Bandung terus berupaya melakukan pembersihan di seluruh wilayah, termasuk di kawasan Ibu Kota Kabupaten Bandung.
Dia pun mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan. Salah satunya dengan tidak membuang sampah sembarangan serta mulai memilah sampah organik dan anorganik dari rumah.
“Penanganan sampah ini tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Butuh kesadaran bersama. Kalau masyarakat disiplin dan mau memilah sampah sejak dari rumah, beban ke TPA juga bisa berkurang,” ujarnya.
Editor : Doni Ramdhani

