DPRD Jabar Bagikan Ratusan APD bagi Tenaga Kesehatan

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat membagikan ratusan alat perlindungan diri (APD) dan ribuan masker untuk tenaga kesehatan di lima lokasi atau titik, masing-masing titik mendapatkan 192 hazmat dan 1200 masker jenis KN 95

DPRD Jabar Bagikan Ratusan APD bagi Tenaga Kesehatan

INILAH, Bandung,- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat membagikan ratusan alat perlindungan diri (APD) dan ribuan masker untuk Tenaga Kesehatan di lima lokasi atau titik, masing-masing titik mendapatkan 192 hazmat dan 1200 masker jenis KN 95.

"Ini menjadi prioritas kita dalam memenuhi kebutuhan APD dan masker khususnya bagi nakes," kata Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Syahrir seusai bagikan APD dan masker untuk Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soreang, Kabupaten Bandung, Senin (12/7)

Rencananya, lanjut dia, kebutuhan APD dan masker tersebut diprioritaskan untuk tenaga pelayanan kesehatan di rumah sakit karena Tenaga Kesehatan berperan penting dalam melayani pasien yang terpapar COVID-19.

"Apalagi, saat ini hampir di semua rumah sakit tingkat keterisiannya mencapai 100 persen," katanya.

Meskipun secara jumlah APD yang diberikan belum memenuhi kebutuhan rumah sakit secara signifikan paling tidak, kata dia, hal ini dapat memberikan manfaat besar bagi Tenaga Kesehatan dalam melaksanakan tugasnya sebagai pelayan kesehatan.

"Semoga APD yang diberikan memberikan manfaat yang besar meski jumlahnya tidak seberapa," kata Syahrir yang juga sebagai Wakil Koordinator Satgas COVID-19 DPRD Provinsi Jawa Barat.

Sementara itu, Bupati Bandung, Dadang Supriatna juga mengapresiasi bantuan berupa APD dan masker khususnya bagi Tenaga Kesehatan dari DPRD Jawa Barat.

Menurut Dadang, bantuan tersebut akan sangat bermanfaat dalam situasi peningkatan COVID-19 khususnya di Kabupaten Bandung karena hingga Desember 2021 ditargetkan sebanyak 2,4 juta warganya akan mendapatkan vaksinasi.

"Hingga Desember nanti kami akan memvaksin warga Kabupaten Bandung. Terlebih, bantuan ini akan sangat berarti bagi nakes nantinya," ujar Dadang.

Dan yang paling penting, kata dia, bantuan tersebut bisa digunakan langsung untuk nakes saat bertugas merawat pasien yang terpapar COVID-19 khususnya.

"Pasti bantuan ini akan membawa manfaat yang besar bagi nakes, semoga pemberian bantuan ini dapat gantia dan pahala yang setimpal dari Allah SWT," kata dia.

Sementara itu, anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Dadan Hidayatullah meminta aparat berwajib menindak tegas para pelaku yang menimbun obat-obat yang digunakan untuk mengobati para pasien COVID-19.

"Bagi oknum penimbun obat COVID-19, saya sarankan aparat segera melakukan langkah-langkah cepat menindak secara tegas sesuai hukum yg berlaku agar ada efek jera," kata Dadan Hidayatullah.

Menurutnya, aksi para penimbun obat tersebut memicu terjadinya kelangkaan obat yang terjadi belakangan ini di tengah situasi gelombang COVID-19 yang naik tajam.

Oleh karena itu, Dadan mengutuk keras atas tindakan para pelaku yang memanfaatkan situasi pandemi ini, dengan menimbun dan mempermainkan harga obat yang akhirnya membuat kelangkaan di masyarakat.

Selain itu, Dada juga meminta pemerintah daerah untuk segera cepat tanggap menetralisir kepanikan di tengah masyarakat yang "panic buying" membeli sejumlah obat terkait COVID-19.

Dirinya mengimbau masyarakat agar tidak panik dalam membeli obat-obatan, vitamin atau suplemen atau bahkan sembako di pasaran.

“Masyarakat agar tetap tenang tidak perlu panik membeli kebutuhan secara berlebihan karena sikap seperti itu justru akan merugikan warga masyarakat yang lain menjadi terpengaruh. Padahal stok kebutuhan alat kesehatan atau kebutuhan bahan pangan sembako banyak tersedia," katanya.

Dadan juga mengajak kepada seluruh masyarakat Jawa Barat di masa PPKM Darurat ini agar tetap patuh dan disiplin menjaga protokol kesehatan demi memutus penularan pandemi COVID-19.

“Di tengah semakin meningkat penyebaran virus covid akhir-akhir ini, saya mengajak warga masyarakat agar tetap taati disiplin 5M prokes Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, menghindari kerumunan dan tentunya mengurangi mobilitas," katanya.***

 


Editor : Ghiok Riswoto