DPRD Jabar Dorong Optimalisasi Energi Panas Bumi
Panitia Khusus (Pansus) III DPRD Jabar mendorong adanya optimalisasi energi panas bumi, yang selama ini belum dimaksimalkan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Panitia Khusus (Pansus) III DPRD Jabar mendorong adanya optimalisasi energi panas bumi, yang selama ini belum dimaksimalkan.
Mengingat, energi panas bumi dapat menjadi sumber energi alternatif yang ekonomis. Sekaligus mendukung kebijakan pemerintah pusat, terkait Energi Baru Terbarukan (EBT) serta Rencana Umum Energi Daerah (RUED).
Terkait emergi panas bumi itu dikatakan Ketua Pansus III DPRD Jabar Jaenadi kala meninjau PLT Panas Bumi, Kamojang, Kabupaten Garut belum lama ini.
Dia menyebut, energi panas bumi harus menjadi program prioritas Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat. Sebab energi alternatif itu akan berdampak besar pada kehidupan di masa yang akan datang.
Terlebih kepada dampak lingkungan hidup, yang selama ini penggunaan energinya kebanyakan dari hasil eksploitasi kekayaan alam yang terbatas.
"Kami ingin teman-teman (PLTP Bumi Kamojang) disini bisa memberikan penjelasan, bagaimana skema EBT ini bisa memberikan rasa optimis dan keyakinan bahwa panas bumi ini adalah salah satu alternatif EBT yang sangat ekonomis secara teknologi bisa kita lakukan dengan lebih mudah," kata dia.
Junaedi melanjutkan, harus ada strategi bagaimana suplai energi di Jawa Barat ini dipastikan bisa terpenuhi. Terutama dalam aspek ketahanan energi yang memiliki jangka panjang.
Tentu hal itu kata dia, membutuhkan komitmen bersama, sejalan dengan proyeksi dan perwujudan dari undang-undang untuk melakukan transisi energi dari fosil ke EBT tersebut.
"Sehingga harapan ditahun 2060 kita semua bisa menyaksikam bersama satu komitmen zero emission di Jawa Barat," ucapnya.
Oleh karena itu kata Jaenadi, perencanaan RUED ini harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan bertahap dari energi primer dari sumber EBT akan semakin memberikan gambaran lebih banyak.
"Alhamdulillah capaian target 2025 melampaui target 20 persen di Jawa Barat, sudah 24 persen. Tentunya prestasi ini bisa terus kita tingkatkan dan kita lanjutkan," pungkasnya.
Editor : Doni Ramdhani

