DPRD Jabar Dukung Penuh Wacana Pembangunan Kawasan Industri Kedirgantaraan di BIJB

Anggota Komisi III DPRD Jabar Muhammad Romli mendukung penuh wacana pembangunan kawasan industri kedirgantaraan, di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka.

DPRD Jabar Dukung Penuh Wacana Pembangunan Kawasan Industri Kedirgantaraan di BIJB
Sebab, pembangunan kawasan industri kedirgantaraan diakuinya dapat memberikan manfaat ganda, baik dari sisi ekonomi maupun peningkatan keahlian masyarakat lokal. (dok)

INILAHKORAN, Bandung - Anggota Komisi III DPRD Jabar Muhammad Romli mendukung penuh wacana pembangunan kawasan industri kedirgantaraan, di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka.

Sebab, pembangunan kawasan industri kedirgantaraan diakuinya dapat memberikan manfaat ganda, baik dari sisi ekonomi maupun peningkatan keahlian masyarakat lokal.

“Terkait kedirgantaraan, kami sangat setuju. Selain penerbangan komersial, bandara ini bisa dimanfaatkan untuk aktivitas lain, seperti perawatan pesawat yang tidak terpakai. Kalau maskapai punya puluhan pesawat yang sedang tidak beroperasi, kenapa tidak dirawat saja di BIJB? Ini bisa menghasilkan pemasukan dari sewa parkir maupun jasa perawatan,” ujar Romli baru-baru ini.

Dia juga turut menekankan pentingnya menjaga fungsi utama BIJB sebagai bandara komersial, namun pengembangan kawasan industri bisa menjadi solusi agar bandara tidak dibiarkan kosong sambil menunggu peningkatan lalu lintas penerbangan.

“Daripada kosong, lebih baik dimanfaatkan sambil berjalan. Misalnya, ada maskapai yang ingin memarkir dan memperbaiki pesawat di sana. Itu sangat mungkin dilakukan,” ucapnya.

Romli menyebut, rencana ini sebagai gebrakan positif bagi Provinsi Jawa Barat. Ia menilai, jika direalisasikan dengan serius, kawasan industri kedirgantaraan dapat membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan keterampilan masyarakat sekitar.

“Kalau ini berjalan, Jawa Barat punya wilayah khusus yang menangani industri dirgantara. Ke depan, kebutuhan tenaga kerja dengan keahlian khusus akan meningkat, dan itu bisa dilatih kepada masyarakat,” kata dia.

Terkait langkah konkret yang harus segera diambil, Romli mendorong Pemerintah Provinsi Jabar untuk segera menindaklanjuti pembicaraan antara Menteri ATR/BPN Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Penjabat Gubernur Jabar Bey Machmudin.

“Jangan hanya jadi wacana. Jangan tunggu-tungguan dengan kementerian. Ajak diskusi para ahli, misalnya dari PT Dirgantara Indonesia (Nurtanio). Kalau perlu, ajak mereka ngopi bareng di Pemda, bahas secara informal tapi serius,” ucapnya.

Ia berharap Jawa Barat dapat benar-benar menjadi pusat pengembangan industri dirgantara yang tidak hanya jadi wacana, tetapi berkontribusi nyata terhadap ekonomi dan SDM.

“Kita manfaatkan sumber daya yang kita punya. Para ahli yang disekolahkan negara dan berasal dari Jabar harus dilibatkan. Ini peluang besar untuk memajukan daerah,” kata dia.

Sebelumnya, AHY mengatakan pengembangan MRO merupakan bagian dari upaya pemerintah mengaktifkan kembali fungsi strategis BIJB Kertajati, bukan hanya sebagai bandara penumpang, tetapi juga sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan utara dan timur Jawa Barat. 

Kawasan yang dikenal sebagai Metropolitan Rebana meliputi tujuh wilayah: Sumedang, Majalengka, Cirebon, Subang, Indramayu, Kuningan dan Kota Cirebon. Pemerintah melihat potensi besar kawasan ini untuk menjadi zona ekonomi baru berbasis transportasi dan logistik. 

"Selain kita ingin menghidupkan bandara tersebut ya untuk penumpang datang dan pergi tapi juga ingin mengembangkan kawasan Rebana itu Cirebon dan sekitarnya termasuk Patimban dan wilayah Kertajati itu sendiri," terangnya.


Editor : Doni Ramdhani